Fox Akuisisi Roku Rp 357 Triliun, Gabungkan TV Tradisional dengan Streaming

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 16:32:01 WIB
Fox resmi mengakuisisi Roku senilai Rp 357 triliun untuk memperkuat ekosistem TV dan streaming.

SUMATERA UTARA — Fox mengumumkan pada Senin waktu setempat bahwa mereka akan mengakuisisi Roku, perusahaan di balik sistem operasi smart TV yang banyak digunakan di perangkat Hisense, TCL, dan merek lainnya. Nilai kesepakatan ini menjadikannya salah satu akuisisi media terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Bukan Sekadar Beli Platform Streaming

Yang membuat akuisisi ini berbeda dari pembelian startup biasa adalah skala integrasinya. Fox tidak hanya mendapatkan aplikasi Roku, melainkan seluruh ekosistem perangkat keras dan lunak yang tertanam di puluhan juta televisi pintar di seluruh dunia.

Roku selama ini dikenal sebagai pionir streaming TV. Platform mereka menjadi jembatan antara layanan seperti Netflix, Disney+, dan YouTube dengan layar televisi pengguna. Kini, Fox ingin memanfaatkan posisi tersebut untuk memperkuat bisnis iklan dan distribusi konten mereka.

Strategi di Balik Akuisisi Rp 357 Triliun

Fox menyebut kesepakatan ini akan menciptakan perusahaan televisi terbesar ketiga di Amerika Serikat berdasarkan jumlah pemirsa. Mereka menggabungkan saluran linear Fox — yang kuat di siaran langsung olahraga dan berita — dengan Tubi, layanan streaming gratis beriklan milik Fox, dan platform Roku.

CEO Fox Lachlan Murdoch menyebut akuisisi ini sebagai momen "definitif" bagi perusahaannya. “Kombinasi ini akan mengubah skala perusahaan kami ke dalam vertikal pertumbuhan tinggi dan menghasilkan perubahan signifikan dalam profil pertumbuhan kami secara keseluruhan,” ujar Lachlan dalam siaran pers.

Apa Dampaknya bagi Pemilik Perangkat Roku?

Bagi pengguna yang sudah memiliki smart TV atau streaming stick Roku, antarmuka dan aplikasi yang biasa dipakai tidak akan berubah dalam waktu dekat. Proses akuisisi baru akan rampung pada paruh pertama 2027 setelah mendapatkan persetujuan regulasi.

Yang mungkin berubah setelah integrasi adalah bagaimana iklan ditampilkan. Fox mendapatkan akses langsung ke data kebiasaan menonton dari 100 juta rumah tangga. Ini memungkinkan Fox menjual slot iklan yang lebih tertarget — mirip dengan cara Google dan Meta menjalankan bisnis iklan mereka.

Konsolidasi Industri Streaming Berlanjut

Akuisisi ini melanjutkan tren konsolidasi di industri media. Fox sebelumnya sudah membeli Tubi seharga USD 440 juta pada 2020 dan meluncurkan layanan streaming langsung Fox One tahun lalu.

CEO dan pendiri Roku Anthony Wood menyambut baik kesepakatan ini. “Saya sangat bangga dengan apa yang telah dibangun tim kami, dan kombinasi dengan Fox adalah kesempatan luar biasa untuk mempercepat visi kami, berkembang lebih cepat, dan berinovasi lebih agresif,” kata Wood.

Fox mengamankan pinjaman sebesar USD 12 miliar untuk membiayai akuisisi ini. Dewan direksi kedua perusahaan telah menyetujui transaksi tersebut.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top