MEDAN — Maratua Simanjuntak menekankan bahwa pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukanlah sekadar seremoni seremonial belaka. Ia mendorong umat untuk melakukan refleksi diri dan perbaikan kualitas hidup secara nyata.
"Mari kita hijrah dari perbuatan sisa-sisa menjadi perbuatan berguna yang manfaat," ujar Maratua di hadapan para peserta Gebyar Muharram.
Dalam kesempatan itu, Ketua MUI Sumut secara spesifik menyoroti pentingnya mengubah sikap dalam bermasyarakat. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak lagi memandang rendah sesama.
"Mari kita berhijrah dari orang menganggap orang lain lebih rendah kepada kita," kata Maratua Simanjuntak.
Menurutnya, semangat hijrah harus dimaknai sebagai upaya untuk menyadari bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. "Kita semua sama, apalagi kita sesama orang Islam," sebutnya.
Maratua berharap momentum 1 Muharram 1448 Hijriah dapat menjadi titik awal bagi setiap individu untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT). Ia mengajak seluruh umat Islam di Sumatera Utara untuk menjadikan peringatan ini sebagai ajang memperbaiki diri dalam kehidupan bermasyarakat.
"Mari kita jadikan tahun baru ini sebagai awal untuk terus meningkatkan kualitas diri," imbaunya.
Dalam rangkaian Gebyar Muharram, MUI Sumut kembali mengeluarkan kalender hijriah. Kalender tersebut diterbitkan sebagai wujud komitmen organisasi untuk menjaga dan menyemarakkan suasana Tahun Baru Islam di tengah masyarakat.
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Juraidi