Pemkab Tapanuli Utara Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Warga Diimbau Ingat Akronim “TIR” untuk Petugas Lapangan

Penulis: Said Fauzi  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24:31 WIB
Wakil Bupati Tapanuli Utara memperkenalkan akronim “TIR” dalam pencanangan Sensus Ekonomi 2026.

TARUTUNG — Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan memperkenalkan akronim “TIR” kepada masyarakat saat pencanangan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Akronim itu berarti Terima petugas, Isi data jujur, dan Rahasia terjaga. Pesan ini disampaikan agar warga tidak khawatir saat petugas Badan Pusat Statistik (BPS) datang ke rumah atau tempat usaha.

“TIR” Jadi Kunci Partisipasi Warga

Deni menegaskan bahwa data yang dikumpulkan hanya untuk kepentingan statistik dan perencanaan pembangunan. “Tidak perlu ragu untuk memberikan data yang benar dan lengkap. BPS menjamin kerahasiaannya,” ujarnya di hadapan petugas pendataan lapangan (PPL).

Pencanangan ini dirangkai dengan Apel Siaga PPL di Hotel Hineni, Tarutung. Sebanyak dua kecamatan—Tarutung dan Siatas Barita—menjadi lokasi awal apel yang diikuti unsur Forkopimda dan kepala dinas terkait.

Tak Ada Usaha Terlalu Kecil untuk Dicatat

Wakil Bupati memastikan sensus menjangkau seluruh jenis dan skala usaha tanpa pengecualian. Bengkel, kedai, lapo, pasar tradisional, hingga perusahaan besar akan masuk pendataan. “Setiap usaha punya peran dan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Tidak ada yang dianggap terlalu kecil untuk dicatat,” katanya.

Kebijakan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mewajibkan sensus ekonomi setiap sepuluh tahun sekali. Data yang dihasilkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan di tingkat nasional maupun daerah.

Plt Kepala BPS dan Jajaran Forkopimda Hadir

Apel siaga turut dihadiri Plt Kepala BPS Tapanuli Utara Wivo Prawiska Sinaga, Asisten Perekonomian dan Pembangunan David Sipahutar, Staf Ahli Bupati Denny Simamora, serta Kepala Bappelitbangda Kristina Nahampun. Sekretaris DPRD Mutiha Simaremare dan Plt Kepala Dinas Dukcapil Romusa Simanungkalit juga terlihat dalam kegiatan.

Pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung secara bertahap hingga akhir 2026. Petugas akan mendatangi langsung setiap unit usaha di wilayah Tapanuli Utara untuk memastikan data terkumpul secara lengkap dan mutakhir.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: lensawarga.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top