SUMATERA UTARA — Poco resmi melepas generasi terbaru lini F Series, yakni Poco F8 Ultra, ke pasar global. Smartphone ini menjadi penerus dari seri F sebelumnya dan langsung menyasar segmen flagship dengan harga yang lebih kompetitif. Poco membawa peningkatan signifikan di sektor kamera, desain, serta performa yang didukung chipset terkini.
Poco F8 Ultra hadir dengan bahasa desain yang lebih agresif. Bagian punggungnya didominasi oleh camera bar besar yang membentang hampir penuh dari sisi ke sisi. Modul ini tidak hanya menampung tiga kamera, tetapi juga subwoofer yang bekerja sama dengan Bose.
Untuk material, Poco menggunakan nano-tech generasi ketiga yang memberikan tekstur menyerupai kain denim pada varian Denim Blue. Bahan ini diklaim tidak licin dan tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari. Sementara itu, varian Black menawarkan finishing matte yang lebih minimalis dan elegan.
Secara global, Poco F8 Ultra dipasarkan dengan dua banderol harga. Varian dasar RAM 12GB/256GB dibanderol 729 dolar AS, sedangkan varian tertinggi RAM 16GB/512GB dihargai 799 dolar AS. Jika dikonversi menggunakan kurs saat peluncuran, harga tersebut setara dengan sekitar Rp12,1 juta hingga Rp13,3 juta.
Harga ini bisa berubah saat masuk ke pasar Indonesia karena dipengaruhi oleh pajak dan biaya distribusi. Poco biasanya merilis varian khusus untuk Indonesia dengan harga yang sedikit berbeda dari harga global.
Dengan harga di kisaran Rp12 jutaan, Poco F8 Ultra bersaing langsung dengan ponsel flagship lain yang menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite. Keunggulan utama yang ditawarkan adalah kamera telefoto periskop — fitur yang biasanya hanya ada di ponsel premium di atas Rp15 juta. Ditambah dengan kolaborasi audio Bose, ponsel ini mencoba membedakan diri dari kompetitor yang hanya mengandalkan performa mentah.
Bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman gaming stabil di 120fps, hasil zoom kamera yang baik, serta desain yang tidak biasa, Poco F8 Ultra bisa menjadi opsi yang menarik di kelas harganya.