SUMATERA UTARA — PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) secara resmi menutup pintu bagi kehadiran Yamaha Tricity generasi terbaru di pasar Tanah Air. Model yang kerap dijuluki Nmax roda tiga itu sebelumnya sempat diperkenalkan di Eropa dengan tampilan yang lebih agresif dan fitur yang lebih modern.
"Benar dulu Tricity pernah dijual di Indonesia. Ketika itu kita mencoba membuka pasar baru dari Tricity. Cuma memang sayangnya, ternyata antusiasmenya tak begitu besar," ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT YIMM, kepada detikOto di Jakarta (21/6).
Yamaha Tricity 155 pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 2016. Saat itu motor ini didatangkan secara utuh (CBU) dari Thailand dengan banderol Rp 66 jutaan. Mesin yang digunakan identik dengan Yamaha Nmax, yakni 155cc berpendingin cairan. Namun, respons pasar yang kurang menggembirakan membuat Yamaha menghentikan penjualannya beberapa tahun setelah peluncuran.
Di Eropa, Yamaha baru saja merilis Tricity generasi terbaru yang mengadopsi bahasa desain dari lini Nmax Neo dan Turbo. Motor ini kini mengusung lampu depan single projector yang diapit LED DRL di bagian atas. Bagian belakangnya juga memiliki desain stop lamp dan lampu sein yang sangat mirip dengan saudaranya yang beroda dua.
Untuk urusan fitur, Tricity anyar dibekali meter LCD yang bisa terhubung ke ponsel pintar melalui aplikasi 'Y-Connect'. Tersedia juga layar TFT 4,2 inci yang mampu menampilkan navigasi. Teknologi andalan LMW (Leaning Multi Wheel) tetap dipertahankan, memungkinkan motor roda tiga ini menikung semulus motor roda dua berkat roda depan yang bisa bergerak fleksibel.
Di Jepang, Yamaha memasarkan Tricity 125 dengan harga mulai 572 ribu Yen (sekitar Rp 63 jutaan). Sementara varian 155 dibanderol 616 ribu Yen (sekitar Rp 68 jutaan). Angka ini tidak jauh berbeda dengan harga yang ditawarkan saat pertama kali dijual di Indonesia delapan tahun lalu.
Meski secara tampilan dan fitur terbaru terlihat menggoda, Yamaha Indonesia memilih untuk tidak mengulang strategi yang sama. "Jadi ya untuk saat ini kami tidak ada rencana untuk membawa kembali Tricity (ke Indonesia)," tegas Rifki.
Keputusan ini menunjukkan bahwa meskipun segmen motor roda tiga memiliki basis penggemar, realitas pasar Indonesia masih belum cukup matang untuk menerima model semacam Tricity secara massal.