SUMATERA UTARA — Insiden terjadi di kompleks perumahan Dar Al Baida, Distrik Al Aziziyah—salah satu lingkungan tertua di ibu kota Arab Saudi. Kobaran api dilaporkan muncul pada siang hari dan dengan cepat menyelimuti unit hunian yang dihuni keluarga tersebut.
Empat anak yang menjadi korban terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Belum ada pernyataan resmi mengenai keberadaan suami atau anggota keluarga lain saat kejadian berlangsung.
Tragedi ini memicu kembali perdebatan mengenai penerapan standar keselamatan kebakaran di bangunan tempat tinggal, khususnya yang dihuni pekerja migran dan ekspatriat. Dar Al Baida dikenal sebagai kawasan permukiman padat dengan banyak penghuni dari berbagai negara.
Sejauh ini, otoritas pemadam kebakaran dan pertahanan sipil setempat masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengidentifikasi titik awal api dan faktor yang menyebabkan korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Kabar duka menyebar cepat di platform media sosial, terutama di kalangan komunitas Sudan di Arab Saudi. Warganet mengunggah pesan belasungkawa dan penghormatan bagi keluarga korban. Beberapa pengguna menyoroti minimnya akses informasi tentang prosedur evakuasi bagi pekerja migran di kompleks perumahan tua.
“Ini pukulan berat bagi komunitas kami. Seorang ibu yang akan melahirkan dan anak-anaknya yang masih kecil pergi dalam sekejap,” tulis seorang pengguna Twitter yang mengaku sebagai kerabat jauh korban.
Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Sudan di Riyadh belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, sejumlah organisasi buruh migran di kawasan Teluk mendesak otoritas Arab Saudi untuk memperketat inspeksi keselamatan gedung hunian dan menyediakan jalur evakuasi yang memadai bagi penghuni.
Kebakaran di pemukiman padat penghuni ekspatriat bukan pertama kali terjadi di Arab Saudi. Pada 2023, insiden serupa di kompleks perumahan pekerja di Jeddah menewaskan belasan orang dan memicu investigasi besar-besaran terhadap kepatuhan pemilik bangunan terhadap regulasi keselamatan.
Penyebab pasti kebakaran di Dar Al Baida masih menunggu hasil penyelidikan resmi otoritas setempat.