SUMATERA UTARA — Laga yang berlangsung di stadion yang sama dengan final tahun lalu ini menjadi ujian mental bagi skuad asuhan Jos Buttler. Meski menang, performa di lapangan memperlihatkan sisi rapuh yang jarang terlihat dari tim sekelas Inggris.
Enam tangkapan gagal menjadi sorotan utama laga ini. Angka itu menjadi yang tertinggi bagi Inggris sejak menghadapi lawan yang sama di Piala Dunia T20 2024.
Beberapa peluang emas terbuang sia-sia saat fielder Inggris gagal mengamankan bola di titik kritis. West Indies sempat memanfaatkan situasi ini untuk membangun perlawanan, sebelum akhirnya terkekang oleh tekanan bowling Inggris.
Kesalahan Inggris memberi West Indies harapan di tengah pertandingan. Namun keunggulan 38 run yang sudah dibangun sejak awal terbukti terlalu berat untuk dikejar.
West Indies kehilangan wicket di momen-momen krusial saat mencoba mengejar target. Inggris, meski ceroboh di lapangan, tetap solid saat melempar bola.
Kemenangan ini mengamankan posisi Inggris di babak semifinal. Tapi performa di laga tersebut meninggalkan tanda tanya besar soal konsistensi tim.
Jika ingin melaju lebih jauh, Inggris harus segera memperbaiki konsentrasi di lapangan. Melawan lawan yang lebih tajam di semifinal, enam dropped catches bisa berubah menjadi kekalahan.
Pelatih Inggris tak bisa menutupi fakta bahwa timnya bermain di bawah standar. Ia menyebut evaluasi akan segera dilakukan sebelum semifinal dimulai.
"Kami beruntung masih menang. Tapi keberuntungan tidak akan bertahan lama di turnamen sebesar ini," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Inggris kini tinggal menunggu lawan di semifinal. Dengan modal kemenangan ini, tekanan justru semakin besar untuk tampil sempurna di laga berikutnya.