Pemkab Madina Dorong Percepatan Izin Pertambangan Rakyat dan Kembangkan Tiga Komoditas Unggulan Demi Perekonomian Daerah

Penulis: Tengku Syafri  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19:31 WIB
Bupati Madina Saipullah Nasution menjelaskan hambatan administratif dalam penerbitan Izin Pertambangan Rakyat.

PANYABUNGAN — Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution mengakui proses penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) masih terhambat persoalan administratif. “Permasalahan utama adalah belum tersedianya anggaran untuk penyusunan Amdal di tingkat provinsi, sehingga proses pengajuan IPR menjadi terhambat,” kata Saipullah dalam dialog ilmiah di Aula Kantor Bupati, Kamis.

Meski begitu, Pemkab Madina telah mengambil inisiatif mengurus IPR di dua lokasi yang dinilai masih potensial, tepatnya di wilayah Batang Natal. Sektor pertambangan ini menjadi salah satu prioritas dalam rencana pembangunan daerah tahun depan.

Tiga Komoditas Andalan: Pisang Abaka, Pisang Kepok, dan Serai Wangi

Di luar sektor tambang, pemerintah daerah juga fokus mengembangkan tiga komoditas unggulan. Untuk pisang kepok, Pemkab menggandeng perguruan tinggi guna mengembalikan kejayaan komoditas tersebut yang sempat menjadi ikon daerah pada masa lalu.

Sementara itu, pisang abaka direncanakan ditanam di kawasan perhutanan sosial seluas sekitar 1.500 hektare di Panyabungan Timur. Komoditas ini bernilai ekonomi tinggi karena seratnya digunakan sebagai bahan baku tekstil, dan pengembangannya akan melibatkan investor swasta.

Pengembangan serai wangi juga tengah disiapkan di sejumlah kecamatan dengan luas lahan mencapai 120 hektare. Skema pembiayaannya pun melibatkan kerja sama dengan pihak swasta.

BUMD Baru dan Rencana Penerbangan Medan-Madina

Di sektor kelembagaan ekonomi, Pemkab Madina tengah memproses pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan mampu menampung dan memasarkan produk UMKM, termasuk olahan lokal seperti tusuk sate.

Pada sektor transportasi, Bupati menyebut adanya rencana peningkatan kapasitas penerbangan di Bandara Abdul Haris Nasution melalui pengoperasian pesawat ATR 72 oleh Wings Air. “Jika izin trayek segera keluar, penerbangan Medan - Madina direncanakan mulai beroperasi pertengahan Juli dengan frekuensi tiga kali seminggu,” ujar Saipullah.

Alih Lahan Ganja hingga Infrastruktur Pascabencana

Dalam forum yang turut dihadiri Wakil Bupati Atika Azmi Utammi itu, Pemkab juga mendorong program alternatif pengalihan lahan ganja menjadi usaha legal dan produktif, seperti budidaya tembakau dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Sejumlah usulan pembangunan turut disampaikan kepada pemerintah pusat dan provinsi, antara lain peningkatan sarana RSUD Panyabungan, pembangunan gardu induk listrik di Pantai Barat, serta infrastruktur pascabencana di puluhan titik. Usulan lainnya mencakup pengembangan komoditas kelapa dalam, kakao, jaringan irigasi, dan konversi tanaman karet menjadi kelapa sawit.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Madina, Parlin Lubis, mengatakan forum ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan. “Melalui forum ini, kami berharap lahir gagasan konstruktif dari OKP dan ormawa untuk mendukung pembangunan Madina,” ujarnya.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top