TAPANULI UTARA — Enam belas warga Tapanuli Utara kini mengikuti pelatihan pembuatan furnitur di BLK Silangkitang. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga mendapat pesanan langsung dari bupati sebagai modal awal berwirausaha.
Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyambangi BLK Silangkitang, Kamis (25/6), dan memberikan pekerjaan perdana kepada kelompok peserta. Menurutnya, pengalaman ini penting agar peserta langsung merasakan bagaimana menerima order, mengerjakan, dan memperoleh penghasilan dari hasil karya.
"Para peserta yang telah mengikuti pelatihan tidak harus selalu bekerja pada orang lain, tetapi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan," ujar Jonius dalam siaran pers yang diterima ANTARA.
Pelatihan Cabinet Making berlangsung sejak 25 Mei 2026. Selama 40 hari, peserta fokus menguasai keterampilan teknis pembuatan furnitur, mulai dari desain, pemotongan material, perakitan, hingga finishing.
Kementerian Ketenagakerjaan RI menggandeng BLK Silangkitang sebagai penyelenggara. Seluruh peserta merupakan warga asli Tapanuli Utara yang telah memenuhi syarat usia minimal 18 tahun.
Bupati Jonius mengapresiasi penyelenggaraan program ini. Menurutnya, pelatihan keterampilan punya peran penting dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha baru.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menargetkan program ini mampu melahirkan tenaga kerja terampil dan wirausaha baru di sektor furnitur. Harapannya, para lulusan BLK Silangkitang bisa membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat perekonomian lokal.
"Jangan sia-siakan kesempatan ini. Serap ilmu sebanyak-banyaknya dan manfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membangun masa depan yang lebih baik," pesan Jonius kepada para peserta.
BLK Silangkitang berlokasi di Kecamatan Sipoholon, sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Tarutung. Keberadaan BLK ini menjadi salah satu andalan Pemkab Tapanuli Utara dalam mencetak tenaga kerja terampil di berbagai bidang, termasuk furnitur.