TAPANULI UTARA — Sebanyak 1.500 bibit durian Musang King mulai ditanam di lahan-lahan produktif Kecamatan Parmonangan. Bibit unggul itu disalurkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Taspen Kantor Cabang Pematangsiantar kepada 15 kelompok tani di Desa Lobu Sunut.
Penyaluran dilakukan di tengah kesadaran bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Tapanuli Utara. Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, menyebut langkah ini bukan sekadar bagi-bagi bibit, melainkan strategi membangun tabungan masa depan warga.
Varietas Musang King dipilih karena nilai ekonominya yang tinggi di pasar. Wakil Bupati Deni menegaskan bahwa komoditas ini punya prospek pasar yang sangat baik dan bisa menjadi andalan baru daerah jika dikelola dengan serius.
"Ini merupakan tabungan masa depan bagi masyarakat. Durian Musang King memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik," ujar Deni saat acara penyerahan, Kamis (25/6).
Pemkab Taput mendorong petani memanfaatkan lahan-lahan tidur yang masih tersebar di Parmonangan. Menurut Deni, pemanfaatan lahan yang lebih optimal diperlukan agar Tapanuli Utara mampu bersaing dengan daerah lain yang sudah lebih dulu mengembangkan komoditas unggulan.
Data yang disampaikan dalam kegiatan itu menyebutkan, PDRB sektor pertanian Kabupaten Tapanuli Utara saat ini berada di angka sekitar Rp5 triliun. Angka itu dinilai masih bisa didongkrak dengan diversifikasi tanaman bernilai tinggi seperti durian Musang King.
Pemkab Taput tidak hanya berhenti pada penyaluran bibit. Pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan Bank Sumut untuk memfasilitasi akses permodalan bagi kelompok tani yang konsisten mengembangkan usaha taninya.
Langkah ini untuk memastikan para petani memiliki akses permodalan setelah bibit ditanam dan mulai membutuhkan biaya perawatan hingga panen raya.
Kepala Bidang Layanan dan Manfaat PT Taspen Pematangsiantar, Elisabeth Sibarani, berharap bantuan ini memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan pendapatan petani, penanaman pohon durian juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan penghijauan.
"Kami berharap bibit yang disalurkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar," ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Taput dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan lahan produktif dan penghijauan di kawasan Parmonangan.