Pemerintah AS Cabut Larangan Ekspor AI Mythos dan Fable, Akses Publik Kembali Dibuka

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 09:59:31 WIB
Departemen Perdagangan AS mencabut larangan ekspor AI Mythos dan Fable mulai 1 Juli.

SUMATERA UTARA — Departemen Perdagangan AS memutuskan untuk menghapus Anthropic dari daftar teknologi yang dibatasi ekspornya. Keputusan ini memungkinkan perusahaan riset AI tersebut untuk memulihkan akses publik terhadap model Mythos dan Fable mulai Rabu (1/7).

Kronologi Pembatasan yang Sempat Mengguncang Industri

Pada 12 Juni lalu, pemerintah AS memasukkan Mythos dan Fable ke dalam daftar teknologi yang memerlukan izin khusus untuk diakses oleh warga negara asing. Aturan ini terbukti tidak praktis untuk diterapkan dalam skala besar, sehingga Anthropic terpaksa menutup akses publik sepenuhnya.

Kebijakan itu menuai kritik dari para ahli keamanan siber. Mereka menilai larangan tersebut lebih terlihat seperti alat tekanan politik, bukan solusi keamanan yang efektif. Apalagi, Anthropic sudah secara sukarela berkomitmen mendeteksi dan menangani risiko keamanan model AI mereka sejak berbulan-bulan sebelum aturan ekspor itu ada.

Kesepakatan Baru: Deteksi Risiko dan Standar Keamanan

Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengumumkan bahwa Anthropic setuju untuk secara proaktif mendeteksi dan mengatasi risiko keamanan yang terkait dengan model-model AI mereka. Perusahaan juga akan bekerja sama dengan pemerintah AS dalam menyusun protokol dan standar rilis untuk Mythos, Fable, dan model-model masa depan.

"Anthropic telah sepakat untuk menginformasikan kepada pemerintah AS mengenai aktivitas jahat yang terdeteksi," kata Lutnick dalam pernyataan resmi.

Tekanan dari Kompetisi Global AI Asia

Faktor lain yang mendorong pencabutan larangan adalah munculnya model AI dari perusahaan Asia yang mulai mendekati kemampuan Mythos. Beberapa nama seperti Fugu dan Tulonfeng menjadi pesaing serius yang membuat pemerintah AS khawatir akan posisi kompetitif industri AI Amerika.

Mythos sendiri awalnya dirilis secara terbatas ke sejumlah organisasi pada April lalu untuk menguji kemampuannya mengidentifikasi celah keamanan pada perangkat lunak. Sementara itu, varian Fable yang memiliki pengamanan tambahan baru dirilis untuk publik pada Juni.

Model Rilis Terbatas ala Trump untuk AI Berbahaya

Pekan lalu, Lutnick juga telah menyetujui rilis Mythos ke pelanggan tertentu yang disetujui Gedung Putih. Pola rilis terbatas ini juga diterapkan pada model terbaru OpenAI, yang hanya bisa diakses oleh organisasi yang mendapat persetujuan tim Trump, bukan publik luas.

Namun, pendekatan pemerintahan Trump yang tidak konsisten dalam kebijakan AI membuat perusahaan-perusahaan di industri ini kebingungan tentang aturan main ke depannya. Sebuah perintah eksekutif pada Juni yang mengisyaratkan keinginan untuk meninjau model sebelum dirilis mendapat kritik tajam dari analis berpengaruh seperti Dean W. Ball, yang baru saja bergabung di posisi kebijakan OpenAI.

Bagi pengguna Indonesia, kabar ini berarti akses ke model AI canggih seperti Fable akan kembali terbuka. Namun, pengawasan keamanan yang lebih ketat tetap akan diterapkan, mengingat kemampuan Mythos yang bisa mengeksploitasi celah keamanan pada perangkat lunak.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top