Lapas Panyabungan Mandailing Natal Razia Insidentil Blok Hunian, Petugas Sita Mancis hingga Pisau Cukur

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 17:38:31 WIB
Petugas gabungan menggelar razia insidentil di blok hunian Lapas Kelas IIB Panyabungan, Mandailing Natal.

MANDALING NATAL — Tim gabungan yang melibatkan personel TNI, Polri, dan awak media menggelar razia insidentil di seluruh blok hunian Lapas Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Kegiatan yang berlangsung maraton mulai pukul 08.30 WIB hingga 22.30 WIB itu merupakan bagian dari pengawasan ketat terhadap peredaran barang terlarang di dalam lembaga pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Panyabungan, Bahtiar Sitepu, menyatakan razia ini adalah tindak lanjut arahan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan metode acak untuk menjaga objektivitas.

Barang Apa Saja yang Disita?

Dari hasil penggeledahan di sejumlah kamar hunian, petugas menyita barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan. Berikut rincian temuan yang diamankan:

  • Mancis (korek api)
  • Kartu permainan
  • Pisau cukur
  • Sendok dan paku
  • Benda lain yang diduga bisa disulap menjadi alat pengaman

Meski demikian, petugas memastikan tidak menemukan barang terlarang kategori berat seperti narkotika, telepon genggam, maupun perangkat elektronik lainnya.

Razia Rutin Digelar Setiap Pekan

Bahtiar menegaskan bahwa razia akan dilaksanakan minimal satu kali dalam sepekan sebagai langkah preventif. “Razia ini kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada peredaran narkoba, handphone ilegal, maupun barang terlarang lainnya di dalam lapas,” ujarnya, Rabu (1/6).

Ia menambahkan, tidak ditemukannya narkoba dan handphone dalam razia kali ini menjadi indikator positif yang akan terus dipertahankan. “Ini akan terus kami pertahankan dengan razia berkala,” kata Bahtiar.

476 Warga Binaan Jadi Sasaran Pengawasan

Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB Panyabungan tercatat sebanyak 476 orang. Razia gabungan insidentil sebelumnya juga pernah digelar di sejumlah kamar hunian sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memperketat pengawasan.

Bahtiar, yang menjabat sebagai Kalapas sejak Mei 2026, menegaskan komitmennya untuk terus menutup celah pelanggaran. Pelaksanaan razia kali ini berlangsung aman dan kondusif hingga selesai. Keterlibatan awak media dalam kegiatan ini disebut sebagai bentuk transparansi pelaksanaan tugas pemasyarakatan kepada publik.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top