150 Polisi Jerman Geledah Markas DFB Terkait Suap Euro 2024, Tiket Hotel Jadi Barang Bukti

Penulis: Amrizal Halim  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 01:32:01 WIB
polisi Jerman menggeledah markas DFB terkait dugaan suap tiket dan hotel Euro 2024.

MEDAN — Penggerebekan besar-besaran itu dilakukan Kantor Polisi Kriminal Rhine Utara-Westphalia pada Senin (16/6) waktu setempat. Menurut laporan kantor berita Jerman DW, sebanyak 150 petugas polisi dikerahkan dalam operasi yang menyasar kantor pusat DFB dan sejumlah balai kota di kota-kota tuan rumah Euro 2024.

Penyelidikan Terkait 'Tamu Istimewa' Euro 2024

Penyidik menduga para pejabat DFB menerima keuntungan ilegal berupa tiket pertandingan dan reservasi hotel yang didistribusikan secara tidak sah kepada sejumlah "tamu istimewa" selama turnamen berlangsung. "Tiket pertandingan sepak bola bukanlah bagian dari gaji siapa pun," tegas Herbert Reul, Menteri Dalam Negeri Rhine Utara-Westphalia, dalam pernyataan resmi yang dikutip DW.

Reul menekankan bahwa setiap pegawai sektor publik yang terlibat atau mengharapkan suap akan menjadi subjek penyelidikan. "Acara olahraga besar seperti EURO sangat bergantung pada kepercayaan publik. Kami tidak akan membiarkan kepercayaan itu hancur hanya karena beberapa undangan atau tiket yang dikeluarkan secara tidak sah," ujarnya.

Ini Bukan Penggerebekan Pertama di DFB

Menurut statistik DW, selama 15 tahun terakhir, markas DFB telah digeledah sebanyak empat kali oleh polisi. Sebelumnya, penggeledahan terkait penggelapan pajak dan tuduhan penyuapan. Pada 2015, Presiden DFB Wolfgang Niersbach mengundurkan diri setelah terseret kasus pembayaran kontroversial sebesar 6,7 juta euro kepada FIFA.

Kekalahan dari Paraguay Memperburuk Situasi

Penggerebekan ini terjadi hanya sehari setelah timnas Jerman mengalami kekalahan mengejutkan dari Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026 melalui adu penalti. Ini merupakan kekalahan pertama Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia dan memperpanjang tren buruk "Die Mannschaft" sejak menjuarai Piala Dunia 2014. Jerman sebelumnya tersingkir di babak penyisihan grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

Matthaus: 'Ini Bukan Jerman yang Saya Kenal'

Mantan kapten timnas Jerman, Lothar Matthaus, meluapkan kekecewaannya. "Saya benar-benar marah. Ini bukan Jerman yang saya kenal, dan tentu bukan Jerman yang pernah saya perjuangkan. Tersingkir dari Piala Dunia dengan cara seperti ini tidak dapat diterima," ujarnya dalam wawancara dengan media Jerman.

Matthaus menilai para pemain kurang memiliki urgensi, agresivitas, dan keyakinan di lapangan. "Paraguay berjuang untuk setiap bola seolah-olah itu adalah hidup mereka, sementara Jerman cemas, pasif, dan benar-benar kehabisan ide ketika tekanan meningkat," kritiknya. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini sebenarnya bisa dihindari dan para pemain serta pelatih harus melakukan introspeksi diri.

Nasib Sepak Bola Jerman di Titik Terendah?

Kombinasi antara kekalahan memalukan di Piala Dunia dan penggerebekan polisi atas dugaan korupsi membuat sepak bola Jerman berada dalam tekanan besar. Publik Jerman kini menanti hasil penyelidikan polisi dan langkah DFB untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap federasi sepak bola tertua di Eropa itu.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: okemedan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top