MEDAN — Baznas Sumatera Utara mengumpulkan dana infak dari total 5.962 jamaah haji reguler asal provinsi tersebut sebesar Rp130.449.760 sepanjang musim haji tahun ini. Dana itu terdiri dari Rp96.420.000 dan 7.344 riyal Arab Saudi.
Ketua Baznas Sumut Prof H Muhammad Hatta mengatakan, pengumpulan dilakukan saat kepulangan jamaah haji asal Sumut kelompok terbang (Kloter) 01 hingga Kloter 17 di Asrama Haji Medan pada 2 hingga 21 Juni 2026.
Seluruh dana infak yang terkumpul akan didistribusikan ke sejumlah masjid dan musala di empat daerah di Sumatera Utara. Keempat daerah itu adalah Kabupaten Karo, Dairi, Tapanuli Utara, dan Kepulauan Nias.
"Infak kita salurkan ke masjid dan musala di daerah minoritas muslim di Sumatera Utara, yakni Karo, Dairi, Tapanuli Utara, dan Kepulauan Nias," ujar Prof Hatta di Medan, Kamis (2/7).
Pengumpulan infak saat kepulangan jamaah haji ini bertujuan mengajak para jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah. Prof Hatta menekankan pentingnya bantuan untuk daerah-daerah terpencil yang membutuhkan pembangunan masjid dan musala demi mendukung dakwah Islam di Sumatera Utara.
"Kami Baznas Sumut mengucapkan terima kasih kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara karena telah memberikan izin menghimpun dana umat ini," tuturnya.
Pendistribusian infak ke empat kabupaten tersebut menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan sarana ibadah di wilayah dengan jumlah penduduk muslim yang lebih sedikit. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat layanan keagamaan dan mempererat solidaritas antarumat di Sumatera Utara.
Baznas Sumut didampingi Wakil I Bidang Pengumpulan Dr Musaddad Lubis dan Dedi Hartono dalam penyampaian data ini. Dana yang terkumpul menjadi salah satu bentuk partisipasi jamaah haji dalam pembangunan keagamaan di daerah.