MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sosial memperluas akses pendidikan bagi anak kurang mampu dengan membangun Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi. Lima titik lokasi telah disiapkan di Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Padang Sidempuan, dan Tapanuli Selatan.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, Dr. Illyan Chandra Simbolon, menyebut pengalihan dan pemusatan lokasi belajar ke gedung baru menjadi fokus utama tahun ini. “Pengalihan dan pemusatan lokasi belajar ke gedung baru yang lebih mandiri dan terintegrasi menjadi fokus utama dalam agenda kerja tahun ini,” ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.
Lokasi pertama berada di Jl. Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Seluruh siswa Sekolah Rakyat yang sebelumnya menempati Sentra Bahagia dan BBVP Kota Medan akan dialihkan penuh ke gedung baru tersebut.
Di Kabupaten Deli Serdang, lahan seluas 6,79 hektare di Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak disiapkan. Siswa yang sebelumnya ditampung di Sentra Insyaf akan dipindahkan ke lokasi baru ini.
Kabupaten Serdang Bedagai menyiapkan lahan 5,5 hektare di Desa Liberia, Kecamatan Teluk Mengkudu. Siswa yang sebelumnya menggunakan fasilitas di Kampus V UIN-SU Tebing Tinggi akan dialihkan penuh ke bangunan baru.
Kota Padang Sidempuan menjadi lokasi strategis karena diproyeksikan melayani siswa lintas kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Gedung di Kompleks SMKN Pertanian, Jl. Perintis Matinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, akan resmi menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, lahan di Desa Tolang dan Desa Janji Mauli, Kecamatan Sipirok, akan menggantikan lokasi belajar yang sebelumnya di eks-Balai Latihan Kerja (BLK) setempat.
Seluruh proses pembangunan dan pemindahan siswa ditargetkan rampung sebelum Tahun Ajaran 2026/2027. Dinsos Sumut berharap langkah ini bisa memberikan fasilitas belajar yang aman, representatif, dan mendukung perkembangan potensi siswa secara menyeluruh.