MEDAN — Kepastian itu disampaikan Menko Polkam usai mengecek langsung kesiapan Perum Bulog di Gudang Pulo Brayan Darat I. Djamari menilai sistem distribusi dan rencana pemasukan beras berjalan dengan baik, sehingga pasokan pangan pokok di Sumatera Utara tidak perlu dikhawatirkan.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, Djamari menyebut hasil peninjauan menunjukkan seluruh rantai pasok beras di Sumut berfungsi optimal. "Rencana pendistribusiannya sangat baik, begitu juga rencana pemasukannya. Ini menunjukkan sistem yang telah disiapkan berjalan dengan baik," ujarnya.
Menko Polkam menegaskan cadangan pangan yang dikelola Bulog merupakan unsur vital bagi keberlangsungan negara. "Tidak ada satu bangsa pun yang bisa hidup tanpa makanan," kata Djamari.
Sebelum kunjungan ini, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara telah menerima tambahan 15.000 ton beras dari Bulog pusat. Langkah ini diambil untuk memperkuat stok pangan pokok dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan di wilayah tersebut.
Dengan tambahan tersebut, total stok beras Bulog Sumut kini berada di angka 56.796 ton. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga Sumut hingga delapan bulan ke depan tanpa tekanan pasokan.
Djamari mengingatkan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah tidak hanya menargetkan swasembada pangan, tetapi juga memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Ia pun mengapresiasi kinerja jajaran Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. "Terima kasih kepada seluruh jajaran Bulog. Harapan rakyat adalah tetap tersedianya pangan di setiap daerah. Selamat bertugas dan syukurilah amanah yang diberikan negara ini," pesan Djamari.