KARO — Paviliun Kabupaten Karo di PRSU ke-50 menyajikan beragam komoditas unggulan yang menjadi andalan daerah dataran tinggi tersebut. Mulai dari hasil pertanian segar, produk herbal modern, hingga kerajinan tenun bermotif khas Karo.
"Dari paviliun ini masyarakat dapat melihat berbagai produk unggulan Kabupaten Karo yang kami tampilkan secara khusus," kata Antonius di lokasi acara, Jumat malam.
Produk pertanian khas dataran tinggi Karo mendominasi stan pameran. Jeruk manis, buah naga, kentang, tomat, cabai, terong, kembang kol, serta aneka sayuran hijau menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang melintas.
Komoditas ini dikenal memiliki kualitas tinggi karena ditanam di tanah vulkanik dengan suhu sejuk sepanjang tahun. Banyak pengunjung yang langsung bertanya soal harga dan cara pembelian dalam jumlah besar.
Tak hanya sayuran, Kabupaten Karo juga memamerkan kopi Arabika yang sudah dikenal di pasar nasional. Produk ini ditampilkan bersama aneka olahan buah dan sayur, makanan kemasan, serta camilan khas daerah.
Di sisi lain, produk herbal berbahan tanaman obat tradisional ikut meramaikan paviliun. Minyak atsiri, ramuan kesehatan warisan leluhur, hingga produk herbal yang telah dikemas secara modern turut dipamerkan.
"Kami hadir untuk menunjukkan apa yang dimiliki Kabupaten Karo, mulai dari hasil pertanian berkualitas tinggi, tanaman obat dan ramuan tradisional yang diwariskan turun-temurun, hingga kerajinan tangan dan tenun bermotif khas Karo yang memiliki nilai budaya tinggi," ujar Antonius.
Di sektor pariwisata, paviliun ini juga menampilkan pesona alam dan budaya Karo. Informasi mengenai kawasan yang merupakan bagian dari Geopark Kaldera Toba UNESCO, panorama pegunungan, air terjun, serta kekayaan budaya lokal disajikan untuk menarik minat wisatawan.
"Pariwisata merupakan salah satu pilar pembangunan Kabupaten Karo. Kami ingin pengunjung tidak hanya mengenal produk unggulan kami, tetapi juga terdorong untuk datang menikmati langsung keindahan alam, udara sejuk, dan kekayaan budaya Karo," kata Antonius.
Antonius menegaskan, kehadiran di PRSU bukan sekadar mengikuti pameran. Pemerintah Kabupaten Karo menargetkan ajang ini menjadi jembatan agar produk lokal semakin dikenal luas dan membuka peluang pasar yang lebih besar.
"Kami berharap paviliun ini menjadi jembatan agar produk-produk lokal Karo semakin dikenal luas, membuka peluang pasar yang lebih besar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya.
Melalui PRSU ke-50, Pemkab Karo berharap terjalin kemitraan dengan dunia usaha, terbuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM dan petani, serta memperkuat promosi potensi daerah di tingkat regional maupun nasional.