5 Potensi Unggulan Kabupaten Karo Dipamerkan di PRSU ke-50, dari Jeruk Manis hingga Kopi Arabika

Penulis: Amrizal Halim  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:10:02 WIB
Paviliun Kabupaten Karo di PRSU ke-50 menampilkan beragam produk unggulan dari hasil pertanian hingga kerajinan tenun khas Karo.

KARO — Paviliun Kabupaten Karo di PRSU ke-50 menyajikan beragam komoditas unggulan yang menjadi andalan daerah dataran tinggi tersebut. Mulai dari hasil pertanian segar, produk herbal modern, hingga kerajinan tenun bermotif khas Karo.

"Dari paviliun ini masyarakat dapat melihat berbagai produk unggulan Kabupaten Karo yang kami tampilkan secara khusus," kata Antonius di lokasi acara, Jumat malam.

Komoditas Hortikultura Jadi Primadona

Produk pertanian khas dataran tinggi Karo mendominasi stan pameran. Jeruk manis, buah naga, kentang, tomat, cabai, terong, kembang kol, serta aneka sayuran hijau menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang melintas.

Komoditas ini dikenal memiliki kualitas tinggi karena ditanam di tanah vulkanik dengan suhu sejuk sepanjang tahun. Banyak pengunjung yang langsung bertanya soal harga dan cara pembelian dalam jumlah besar.

Kopi Arabika dan Herbal Kemasan Modern

Tak hanya sayuran, Kabupaten Karo juga memamerkan kopi Arabika yang sudah dikenal di pasar nasional. Produk ini ditampilkan bersama aneka olahan buah dan sayur, makanan kemasan, serta camilan khas daerah.

Di sisi lain, produk herbal berbahan tanaman obat tradisional ikut meramaikan paviliun. Minyak atsiri, ramuan kesehatan warisan leluhur, hingga produk herbal yang telah dikemas secara modern turut dipamerkan.

"Kami hadir untuk menunjukkan apa yang dimiliki Kabupaten Karo, mulai dari hasil pertanian berkualitas tinggi, tanaman obat dan ramuan tradisional yang diwariskan turun-temurun, hingga kerajinan tangan dan tenun bermotif khas Karo yang memiliki nilai budaya tinggi," ujar Antonius.

Pariwisata Geopark Kaldera Toba Ikut Dipromosikan

Di sektor pariwisata, paviliun ini juga menampilkan pesona alam dan budaya Karo. Informasi mengenai kawasan yang merupakan bagian dari Geopark Kaldera Toba UNESCO, panorama pegunungan, air terjun, serta kekayaan budaya lokal disajikan untuk menarik minat wisatawan.

"Pariwisata merupakan salah satu pilar pembangunan Kabupaten Karo. Kami ingin pengunjung tidak hanya mengenal produk unggulan kami, tetapi juga terdorong untuk datang menikmati langsung keindahan alam, udara sejuk, dan kekayaan budaya Karo," kata Antonius.

Target: Jembatan Pasar Baru bagi UMKM dan Petani

Antonius menegaskan, kehadiran di PRSU bukan sekadar mengikuti pameran. Pemerintah Kabupaten Karo menargetkan ajang ini menjadi jembatan agar produk lokal semakin dikenal luas dan membuka peluang pasar yang lebih besar.

"Kami berharap paviliun ini menjadi jembatan agar produk-produk lokal Karo semakin dikenal luas, membuka peluang pasar yang lebih besar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya.

Melalui PRSU ke-50, Pemkab Karo berharap terjalin kemitraan dengan dunia usaha, terbuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM dan petani, serta memperkuat promosi potensi daerah di tingkat regional maupun nasional.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top