Toyota 4Runner Generasi Keenam Pertahankan Fitur Paling Ikonik: Power Window di Pintu Belakang

Penulis: Tengku Syafri  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 12:53:02 WIB
Toyota 4Runner generasi keenam tetap mempertahankan fitur power window di pintu belakang sebagai ciri khasnya.

SUMATERA UTARA — Meskipun citra petualangan off-road melekat kuat pada Toyota 4Runner, ada satu fitur yang justru menjadi jiwa dari SUV ini: kaca pintu belakang yang bisa dibuka turun secara elektrik (power rear window). Fitur ini bukan sekadar aksesori, melainkan elemen yang memberikan karakter tak tergantikan pada 4Runner, bahkan melampaui sistem 4WD yang selama ini dianggap sebagai andalan.

Mengapa Power Rear Window Begitu Spesial?

Fitur power rear window memungkinkan kaca di pintu belakang 4Runner untuk digulung ke bawah, persis seperti kaca jendela samping. Pemandangan 4Runner dengan kaca belakang terbuka dan beberapa anjing menjulurkan kepala keluar adalah gambaran yang langsung membangkitkan semangat petualangan. Fitur ini juga praktis, misalnya untuk menjulurkan papan selancar, pancing, atau alat ski—meski buku manual tidak menganjurkan berkendara dengan jendela belakang terbuka karena risiko masuknya gas buang ke kabin.

Tantangan Teknis di Balik Kaca Belakang yang Unik

Fitur ini ternyata tidak mudah diwujudkan. Kaca belakang yang dapat digulung ke bawah membutuhkan desain pintu belakang yang relatif datar dan ruang di bagian bawah untuk menampung motor serta mekanisme penggulung. Ini berbeda dengan desain flush yang lebih mulus seperti pada Toyota Sequoia terbaru yang justru kehilangan fitur ini. Sistem ini juga memerlukan penyegelan yang sempurna, defroster, dan wiper yang terintegrasi. Buku manual 4Runner bahkan memiliki beberapa halaman khusus yang membahas nuansa penggunaan kaca belakang ini, termasuk sistem pengaman yang mematikan fungsi liftgate jika kaca sedang dalam posisi terbuka.

Kompleksitas Mekanisme dan Keandalan Toyota

Mekanisme power window di pintu belakang memang rumit. Ford Bronco (1978-1996) yang memiliki fitur serupa, misalnya, menggunakan pegas kuat yang terhubung ke motor. Jika kaca macet dalam posisi turun, pegas tersebut dalam keadaan tertekan, membuat penggantian motor menjadi pekerjaan berbahaya. Namun, Toyota telah menyempurnakan teknologi ini selama lebih dari 40 tahun dan jutaan unit kendaraan. Hingga saat ini, keluhan serius tentang masalah kaca belakang pada 4Runner sangat jarang ditemui.

Komitmen Toyota: Fitur Ini Tidak Boleh Hilang

Ketika ditanya apakah ada ide untuk menghilangkan fitur ini pada generasi keenam 4Runner, Brock Cartlidge dengan tegas menjawab tidak. "Hanya sedikit model yang diidentifikasi secara erat dengan satu fitur seperti 4Runner dengan power rear window-nya," ujar Cartlidge. "Sangat penting untuk mempertahankan fitur khas ini pada 4Runner generasi keenam." Meskipun 4Runner kini berevolusi dengan mesin empat silinder turbo dan varian hybrid, satu bagian ini tetap dipertahankan.

Pengaruh pada Kompetitor: Rivian R2 Ikut Tren

Keunikan fitur ini menjadi pertanyaan besar bagi pabrikan lain. Rivian, misalnya, tampaknya terinspirasi. Pada SUV listrik R2, mereka juga menghadirkan fitur serupa. Hal ini menandakan bahwa untuk benar-benar menantang 4Runner, sebuah SUV harus mampu menurunkan kelima jendelanya—termasuk yang di pintu belakang.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top