SUMATERA UTARA — Dua jaringan ritel teknologi besar di Vietnam, CellphoneS dan FPT Shop, membuka musim promosi laptop untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2026 dengan mekanisme diskon yang tidak biasa. Alih-alih potongan harga flat, kedua toko menerapkan sistem di mana semakin tinggi nilai akademik pelanggan, semakin besar diskon yang bisa didapatkan.
Program ini berlangsung dari Juni hingga Oktober 2026, bertepatan dengan masa penerimaan mahasiswa baru dan persiapan tahun ajaran.
CellphoneS menjalankan program promosi pelajar mulai 1 Juni hingga 31 Oktober. Setiap pelajar yang membeli perangkat teknologi tertentu berhak atas diskon langsung 10%. Selain itu, ada subsidi tukar tambah hingga 5 juta VND (sekitar Rp 3,2 juta) untuk pengguna yang ingin menaikkan spesifikasi laptop lamanya.
Yang paling menarik, mulai 1 Juli hingga 31 Juli, anggota program S-Student CellphoneS bisa menukarkan nilai Ujian Kelulusan SMA Nasional 2026 menjadi voucher belanja. Nilai tersebut dikonversi menjadi voucher senilai maksimal 3 juta VND (sekitar Rp 1,9 juta). Menurut perwakilan CellphoneS, Bapak Nguyen Lac Huy, ini adalah salah satu program promosi berbasis ujian terbesar di musim pendaftaran tahun ini.
Sementara itu, FPT Shop menerapkan pendekatan berbeda dengan memberikan diskon berdasarkan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) calon mahasiswa. Untuk pembelian laptop dan komputer, skema diskonnya sebagai berikut:
Skema ini memungkinkan mahasiswa berprestasi mendapatkan potongan harga lebih besar, sekaligus mendorong persaingan akademik sejak masa pendaftaran.
Bapak Nguyen Lac Huy dari CellphoneS menambahkan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode booming bagi perangkat teknologi yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI). Produsen komputer, telepon, dan tablet mulai memperkenalkan model baru dengan prosesor AI PC yang dirancang untuk membantu pembelajaran digital.
"Laptop, tablet, dan ponsel yang terintegrasi dengan AI menawarkan banyak manfaat bagi siswa, seperti meringkas isi pelajaran, mendukung pencatatan cerdas, penerjemahan, serta membantu membangun presentasi dengan lebih cepat dan profesional," ujar Bapak Huy.
Namun, Bapak The Anh, perwakilan media jaringan ritel teknologi lain, mengingatkan bahwa tidak ada satu model laptop yang cocok untuk semua mahasiswa. Pilihan perangkat harus didasarkan pada bidang studi, perangkat lunak yang digunakan, dan kebutuhan selama 4-5 tahun masa kuliah.
Bapak The Anh memberikan panduan teknis berdasarkan kelompok jurusan:
Jurusan ekonomi, akuntansi, hukum, jurnalisme, bahasa asing, atau pariwisata: Mahasiswa cukup menggunakan laptop dengan prosesor Intel Core i5 atau AMD Ryzen 5 generasi terbaru, RAM 16GB, SSD 512GB, dan kartu grafis terintegrasi. Spesifikasi ini dinilai memadai untuk aplikasi perkantoran, browsing, dan manajemen data dasar.
Jurusan IT, ilmu komputer, AI, atau keamanan siber: Disarankan memilih laptop dengan RAM 16GB hingga 32GB untuk menjalankan beberapa lingkungan pengembangan sekaligus, seperti mesin virtual atau Docker. Jika memungkinkan, pilih model dengan chip Intel Core Ultra atau AMD Ryzen AI generasi terbaru agar fitur AI terintegrasi bisa dimanfaatkan maksimal.
Jurusan desain grafis, arsitektur, teknik, atau animasi 3D: Kartu grafis khusus (GPU) menjadi faktor krusial. Laptop dengan NVIDIA GeForce RTX 4050, RTX 4060, atau GPU AMD setara sangat disarankan, dipadukan dengan RAM 16GB atau lebih dan penyimpanan SSD minimal 1TB. Perangkat lunak seperti AutoCAD, Blender, atau Adobe Premiere Pro membutuhkan daya komputasi grafis yang tinggi.
Jurusan AI atau Data Science yang melatih model di komputer pribadi: Prioritas utama adalah laptop dengan GPU NVIDIA yang mendukung CUDA, karena pustaka seperti TensorFlow atau PyTorch dioptimalkan untuk platform ini. Namun, untuk model skala besar, sebagian besar mahasiswa kini beralih ke komputasi awan (cloud computing).