Kontingen Pesparawi Sumut Raih Emas di Manokwari, Janso Sipahutar Jadi Tokoh Kunci Pembinaan

Penulis: Said Fauzi  •  Senin, 06 Juli 2026 | 13:27:02 WIB
Kontingen Sumatera Utara meraih medali emas kategori Solo Anak Putri Usia 11–15 Tahun di Pesparawi Nasional XIV.

DELISERDANG — Keberhasilan kontingen Sumatera Utara di Pesparawi Nasional tidak berhenti di panggung Manokwari. Prestasi itu kembali bergema saat perayaan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Kabupaten Deli Serdang.

Keputusan Dewan Juri Nasional menempatkan wakil Sumut sebagai yang terbaik di kategori Solo Anak Putri Usia 11–15 Tahun. Raihan ini sekaligus menegaskan bahwa pembinaan seni gerejawi di provinsi ini terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Peran Janso Sipahutar dalam Pembinaan

Di balik pencapaian tersebut, nama Janso Sipahutar dinilai sebagai salah satu figur penting. Ia disebut berhasil mengawal proses pembinaan hingga kontingen mampu bersaing dengan provinsi-provinsi terbaik di Indonesia.

Pesparawi Nasional XIV sendiri menjadi ajang pembuktian bagi daerah-daerah untuk menunjukkan kualitas seni musik gerejawi. Sumatera Utara tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga keluar sebagai juara di salah satu kategori paling bergengsi.

Dari Manokwari ke Panggung APKASI

Momentum kebanggaan itu kemudian dibawa ke forum para kepala daerah se-Indonesia di Deli Serdang. Panggung APKASI menjadi tempat untuk memperkenalkan kembali prestasi yang telah diraih kontingen Sumut.

Kehadiran ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia turut menyaksikan langsung capaian tersebut. Hal ini sekaligus menjadi promosi tidak langsung bagi potensi seni dan budaya Sumatera Utara di tingkat nasional.

Target ke Depan untuk Pesparawi

Keberhasilan di Manokwari diharapkan menjadi pondasi untuk ajang-ajang berikutnya. Pembinaan yang sudah berjalan dianggap perlu terus diperkuat agar prestasi serupa bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Kontingen Sumut sendiri telah membuktikan bahwa dengan pembinaan yang serius, hasil juara nasional bukan sekadar mimpi. Figur seperti Janso Sipahutar menjadi contoh bahwa peran individu dalam pengelolaan seni gerejawi sangat menentukan.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: matatelinga.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top