DAIRI — Pencarian terhadap Brian Sabbath Taruna Capah, warga yang dilaporkan hilang saat snorkeling di perairan Danau Toba, berakhir tragis. Tim penyelam Basarnas menemukan korban pada pukul 09.45 WIB, tidak jauh dari titik awal dia dilaporkan hilang.
Korban diketahui tenggelam pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Rekan-rekannya yang menunggu hingga pukul 18.00 WIB memutuskan melapor ke BPBD Kabupaten Dairi setelah korban tak kunjung muncul ke permukaan.
Pencarian mandiri yang dilakukan warga dan BPBD belum membuahkan hasil. Laporan resmi kemudian diterima Pos SAR Danau Toba pada pukul 20.10 WIB, yang langsung mengerahkan tim rescue menggunakan Rescue Buoyancy Boat (RBB) untuk asesmen awal malam itu.
Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan canggih. Aqua Eye dan Echo Sounder digunakan untuk memetakan objek di dasar danau. Alat-alat itu mendeteksi indikasi objek kuat di kedalaman sekitar 20 meter, yang kemudian menjadi titik penyelaman.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan selaku Search Mission Coordinator (SMC), Hery Marantika, mengonfirmasi penemuan korban berkat koordinasi dan akurasi alat deteksi bawah air.
"Alhamdulillah, pada pukul 09.45 WIB korban berhasil ditemukan di kedalaman sekitar 20 meter dalam keadaan meninggal dunia setelah tim penyelam melakukan intervensi pada titik yang terindikasi oleh Aqua Eye," ujar Hery. Jenazah langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, termasuk Pos SAR Danau Toba (Basarnas Medan), BPBD Kabupaten Dairi, jajaran Kepolisian (Polri), Pemerintah Desa setempat, serta relawan dan masyarakat sekitar. Hery menyampaikan apresiasi atas profesionalisme seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini.
Setelah korban berhasil dievakuasi, Operasi SAR di perairan Danau Toba, Desa Ujung Silalahi resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh personel yang bertugas telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.