Tutup Rangkaian Hari Lingkungan Hidup, Pertamina Tanam 12.500 Bibit Mangrove di Indramayu

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Senin, 06 Juli 2026 | 23:47:31 WIB
Pertamina menanam 12.500 bibit mangrove di Indramayu sebagai bagian dari program restorasi pesisir.

SUMATERA UTARA — Pertamina tidak memandang kegiatan ini sekadar seremoni. Direktur Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa, Rachmat Hidajat, menyebut penanaman mangrove sebagai investasi jangka panjang.

"Penanaman mangrove yang kita lakukan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi bagi masa depan," ujar Rachmat dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan, perusahaan ingin memastikan operasional berjalan selaras dengan upaya menjaga lingkungan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Dua Anak Usaha, Dua Aksi Berbeda

Program Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa (REMAJA) dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ). Mereka tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga tanaman asosiasi di kawasan pesisir Indramayu.

Sementara itu, PT Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES) menggelar lokakarya pengelolaan limbah. Kegiatannya meliputi pelatihan pembuatan kompos, aromaterapi berbahan minyak jelantah, biopori, hingga penanaman tanaman dalam ruang.

Kedua aksi ini digelar di bawah tema global "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future" dan tema nasional "Bekerja untuk Iklim".

Dampak Nyata untuk Ekosistem Pesisir

Penanaman mangrove di Pantai Kesambi diharapkan mampu merehabilitasi ekosistem pesisir yang kritis. Mangrove berfungsi sebagai penahan abrasi, penyerap karbon, dan habitat bagi biota laut.

Bagi warga pesisir Indramayu, program ini membawa dampak langsung. Hutan mangrove yang sehat dapat menjadi penopang ekonomi melalui sektor perikanan dan ekowisata.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program keberlanjutan di seluruh wilayah operasi. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah dalam mitigasi perubahan iklim dan pemulihan lingkungan nasional.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top