LANGKAT — Panen raya itu dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara enam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan BRI, Bulog, dan BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama mencakup dukungan permodalan, penyerapan hasil panen, serta jaminan sosial bagi petani.
Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H Amril yang juga Ketua TPAKD setempat melaporkan, pada 2025 petani di Kecamatan Sei Bingai telah memperoleh fasilitas pembiayaan Rp 905 juta untuk Gapoktan Maju Bersama dan Rp 205 juta untuk Gapoktan Oriza. Memasuki Juli 2026, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 1,3 miliar.
"Hal ini menunjukkan tren yang sangat positif. Pertanian di Langkat terus berkembang, sekaligus membuktikan bahwa para petani telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara produktif dan bertanggung jawab," jelas Amril dalam keterangannya, Selasa.
Tiorita menegaskan, panen raya merupakan bukti nyata bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Langkat. Menurutnya, produktivitas akan terus meningkat jika petani memperoleh akses permodalan yang memadai, hasil panen terserap dengan harga layak, dan mendapat perlindungan jaminan sosial.
"Ketahanan pangan harus terus kita gempur dan maksimalkan demi meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Langkat," ujarnya.
Ia menyambut baik kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem pertanian. "Ini merupakan implementasi nyata sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan perbankan dalam memperkuat pembiayaan sektor pertanian," tambah Tiorita.
Perjanjian kerja sama yang diteken mencakup penyaluran fasilitas pembiayaan KUPEDES, KUPRA, dan KUR, beserta layanan pendukung lainnya bagi petani jagung dan padi. Kepala OJK Sumatera Utara Triyoga Laksito mengapresiasi inisiatif Pemkab Langkat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses keuangan bagi petani.
"Kami mengapresiasi langkah Pemkab Langkat yang terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui kemudahan akses pembiayaan, kepastian penyerapan hasil panen, hingga perlindungan jaminan sosial," ujar Triyoga.
Panen raya dilaksanakan di lahan jagung seluas dua hektare dari total areal tanam 10 hektare yang dikelola Kelompok Tani Maju Bersama. Kegiatan ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden RI, khususnya poin kedua tentang penguatan ketahanan pangan nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Langkat, Dandim 0203/Langkat, Ketua DPRD Kabupaten Langkat, perwakilan Kejaksaan Negeri Langkat, pimpinan BRI Cabang Stabat, BRI Binjai, Bulog Medan, BPJS Ketenagakerjaan Binjai, serta Camat Sei Bingai.