Wali Kota Medan Rico Waas Dorong Majelis Taklim Miliki Program Kerja Nyata, Pemkot Siap Pinjamkan Aula Kelurahan

Penulis: Said Fauzi  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 12:46:31 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong majelis taklim memiliki program kerja nyata dan berkelanjutan.

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Waas mendorong setiap majelis taklim di kota itu untuk memiliki program kerja yang nyata dan berkelanjutan. Ia menilai kegiatan rutin skala kecil justru lebih berdampak bagi masyarakat dibandingkan acara besar yang hanya digelar setahun sekali.

“Tidak harus membuat acara besar. Pelatihan hidroponik, menjahit, atau keterampilan lainnya yang dilaksanakan secara rutin di tengah masyarakat justru jauh lebih bermanfaat,” kata Rico dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Andy Mario Siregar dan Kepala Bagian Kesra Agus Maryono.

Fasilitas Pemerintah Bisa Digunakan untuk Pelatihan Warga

Rico memastikan Pemkot Medan membuka akses penggunaan aula kelurahan maupun kecamatan sebagai tempat pelatihan. Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan membantu koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan jika majelis taklim membutuhkan dukungan.

“Silakan manfaatkan aula kelurahan atau kecamatan. Kesra akan membantu berkoordinasi. Selama kegiatan itu memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak merugikan siapa pun, tentu akan kami dukung,” ujarnya.

Edukasi Imunisasi dan ASI Eksklusif Jadi Prioritas

Selain pemberdayaan ekonomi, Rico mengajak majelis taklim mengambil peran dalam program kesehatan masyarakat. Menurutnya, peran ibu-ibu sangat strategis untuk mengedukasi pentingnya imunisasi dan pemberian ASI eksklusif.

“Banyak masyarakat yang masih takut imunisasi. Begitu juga masih ada ibu yang menyerah memberikan ASI, bahkan ada yang menggantinya dengan susu kental manis. Hal-hal seperti ini perlu diedukasi bersama karena menyangkut masa depan anak-anak kita,” ucapnya.

Setiap Majelis Taklim Didorong Punya Ciri Khas Program

Rico menyarankan setiap majelis taklim memiliki karakter dan fokus program yang menjadi ciri khas organisasi. Menurutnya, pembeda itu penting karena jumlah majelis taklim di Kota Medan sangat banyak.

“Harus ada pembeda. Misalnya fokus pada pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, ekonomi keluarga, atau bidang lainnya. Kalau punya karakter yang kuat, keberadaan majelis taklim akan lebih berbobot dan memberi manfaat,” ungkapnya.

Ia juga mendorong pengurus menyusun rencana kerja setiap memasuki hari jadi organisasi. “Di hari ulang tahun, buatlah rencana kerja. Walaupun rapatnya sederhana, hasilkan program yang benar-benar akan dikerjakan sehingga organisasi berjalan dengan arah yang jelas,” pesannya.

Bibit Lele dan Pendampingan untuk Pemberdayaan Ekonomi

Sebagai bentuk dukungan konkret, Rico menawarkan bantuan bibit ikan lele bagi majelis taklim yang memiliki lahan untuk budidaya. Pemkot Medan juga akan memberikan pendampingan dan penyuluhan agar program berjalan optimal.

Sebelumnya, Ketua Majelis Taklim Ikhwanatul Jannah Kota Medan, Nursafniaty, menyampaikan rencana milad pertama organisasi sekaligus pengukuhan kepengurusan bulan ini. Ia berharap Wali Kota dapat hadir dan mendukung program yang tengah disiapkan, mulai dari pelatihan menjahit dan memayet jilbab, pengurusan sertifikat halal, hingga bakti sosial berupa sunat massal dan pembagian paket perlengkapan sekolah bagi anak yatim.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: inimedanbung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top