MEDAN — Lonjakan permintaan seragam sekolah di awal tahun ajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) konveksi di Sumatera Utara. Salah satunya dirasakan oleh Konveksi Dian Jaya yang telah beroperasi selama 17 tahun di Jalan Amaliun, Medan.
Pemilik konveksi, Ira, mengatakan bahwa pesanan meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir. “Ya Alhamdulillah saat memasuki tahun ajaran baru orderan seragam mengalami peningkatan 80 hingga 100 persen,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Menurut Ira, sistem pemesanan dilakukan melalui kerja sama langsung dengan pihak sekolah, bukan melalui toko pengecer. Hal ini membuat distribusi lebih terarah dan volume produksi bisa diatur sesuai kebutuhan masing-masing institusi pendidikan.
“Untuk produksi baju seragam sekolah umum seperti tingkat SD, SMP maupun SMA tidak terlalu banyak, dikarenakan ada distributor lain yang mengerjakan seperti yang terdapat di toko lainnya,” jelasnya. Ia menambahkan, pemesanan seragam merah putih pun hanya dikerjakan saat ada pesanan, tanpa menyediakan stok jadi.
Jangkauan pemasaran Konveksi Dian Jaya cukup luas. “Pendistribusian melalui kerja sama dengan pihak sekolah, terutama ke sekolah-sekolah di daerah seperti Kota Sibolga, Nias, Padang hingga Aceh,” terang Ira.
Kenaikan omzet hingga dua kali lipat di awal tahun ajaran baru menjadi angin segar bagi sektor UMKM konveksi di Medan. Meski tidak menyebutkan angka pasti, Ira mengakui lonjakan ini sangat membantu keberlangsungan usahanya yang sudah berjalan hampir dua dekade.
“Konveksi Dian Jaya sudah berjalan selama lebih kurang 17 tahunan lah,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi motor penggerak bagi industri kecil menengah di Sumatera Utara, khususnya di bidang tekstil dan garmen. Para pelaku UMKM kini berharap tren positif ini bisa bertahan hingga beberapa pekan ke depan seiring dimulainya kegiatan belajar mengajar di berbagai jenjang sekolah.