MEDAN — DHD 45 Sumut tidak ingin semangat perjuangan hanya menjadi cerita masa lalu. Organisasi yang dibentuk untuk melestarikan, mewariskan, dan membudayakan nilai-nilai perjuangan 45 ini menyiapkan strategi baru agar generasi muda memiliki kebanggaan terhadap sejarah bangsa.
Ketua Umum DHD 45 Sumut, Mayjen TNI (Purn) M Hasyim, mengatakan pihaknya merekrut sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kompetensi di bidang masing-masing. Tujuannya, setiap bidang dapat berkolaborasi dengan kabupaten/kota untuk memaksimalkan fungsi organisasi.
“Setiap bidang harus dapat berkolaborasi, termasuk dengan kabupaten kota dalam memaksimalkan fungsi organisasi,” kata M Hasyim didampingi Sekretaris Sofyan Ahmadi Hutasuhut dan Bendahara Novan Efendy Siregar.
M Hasyim mengajak seluruh pengurus untuk membudayakan perbuatan baik dan melakukan langkah terobosan. “Jangan membenarkan yang biasa, tapi membiasakan yang benar,” tegasnya.
Saat ini DHD 45 Sumut sudah terbentuk di 20 kabupaten/kota. Ke depan, organisasi akan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan kepala daerah lain untuk memperluas pembentukan organisasi serupa.
Ketua Dewan Kehormatan DHD 45, Prof Djohar Arifin Husin, menekankan pentingnya pemahaman terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DHD 45. Menurutnya, setiap pengurus harus mengetahui tujuan dan fungsi organisasi agar bisa menjalankan tugas masing-masing dan mewujudkan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau ada masalah dan dinamika, mari kita bicarakan di dalam,” ujar Ketua Dewan Paripurna DHD 45 Sumut, Herry Lontung Siregar, yang juga mantan anggota DPR RI.
Herry mengharapkan seluruh pengurus dapat mengangkat harkat dan martabat organisasi. Selain memahami fungsi organisasi, pengurus juga harus terus menjaga kebersamaan dan saling mendukung.
Ia juga berharap DHD 45 dapat menjalankan fungsi organisasi dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program pemerintah. Rapat pengurus juga membahas persiapan pelantikan kepengurusan yang rencananya digelar awal Agustus mendatang.