MEDAN — Peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan BMKG untuk sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Masyarakat diimbau tidak lengah, terutama saat sore dan malam hari.
Menurut prakirawan BMKG Wilayah I, Ilham, hujan diprediksi turun di tiga zona utama: pantai timur, lereng timur, dan pantai barat Sumatera Utara.
Potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di Simalungun, Nias, Nias Selatan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan sekitarnya pada siang hingga sore hari.
Memasuki malam hari, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur Langkat. Sementara itu, dini hari nanti, hujan ringan berpotensi turun di Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Padang Lawas, Tanjungbalai, Tebing Tinggi, Asahan, Batubara, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Simalungun.
"Untuk itu masyarakat di wilayah tersebut diharapkan tetap waspada terhadap potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan banjir, longsor dan pohon tumbang akibat angin kencang," kata Ilham dalam keterangannya, Minggu.
Peringatan ini tidak hanya berlaku untuk kawasan perkotaan, tetapi juga daerah perbukitan dan lereng yang rawan longsor. Warga yang tinggal di bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir kiriman.
Secara umum, cuaca di Sumatera Utara pada Senin pagi diprakirakan berawan hampir di seluruh wilayah. Kondisi ini akan berubah pada siang hingga sore hari ketika awan hujan mulai terbentuk.
BMKG mencatat suhu udara rata-rata berkisar antara 14 hingga 35 derajat Celcius. Tingkat kelembaban udara cukup tinggi, yakni 62 hingga 100 persen. Angin bertiup dari selatan hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 20 kilometer per jam.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.