BINJAI — Dua orang siswa SMA Negeri 1 Binjai pulang dengan sepeda baru usai menjawab pertanyaan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam acara pembukaan MPLS. Mereka adalah peserta didik yang berhasil menjawab dengan benar kuis interaktif yang diajukan orang nomor satu di Pemprov Sumut tersebut. Momen itu menjadi puncak dari rangkaian seremoni pembukaan MPLS yang diikuti secara virtual oleh seluruh SMA dan SMK negeri di Sumatera Utara.
Dalam arahannya, Bobby Nasution menyebut bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal pembentukan karakter peserta didik. Ia meminta kepala sekolah dan guru aktif membimbing siswa menemukan potensi masing-masing.
"Anak-anak harus dibimbing agar memiliki cita-cita yang jelas dan mampu mengukir prestasi, baik di tingkat kota, kabupaten, provinsi maupun nasional. Itu akan menjadi kebanggaan bagi sekolah dan daerah," ujar Bobby di hadapan para pendidik dan peserta didik.
Pembukaan MPLS ini juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Binjai-Langkat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Binjai.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK. Ia memastikan proses belajar mengajar harus berjalan disiplin sejak hari pertama tahun ajaran baru.
Alexander menegaskan tidak boleh ada ruang kelas yang kosong tanpa kehadiran guru. Apabila ditemukan guru yang tidak menjalankan tugas mengajar, kepala sekolah diminta segera melakukan pembinaan dan mencari penyebabnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi apabila ditemukan kepala sekolah yang membiarkan pelanggaran disiplin tersebut tanpa tindakan. Menurutnya, kedisiplinan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Pembukaan MPLS tingkat provinsi tahun ini dipusatkan di SMA Negeri 1 Binjai. Ratusan sekolah lainnya mengikuti jalannya acara secara virtual. Langkah ini dinilai efisien untuk menjangkau seluruh SMA dan SMK negeri di Sumatera Utara tanpa harus mengumpulkan ribuan peserta didik dalam satu lokasi.