KAI Divre I Sumatera Utara Resmi Beralih ke BioSolar B50 Mulai 5 Juli, Target Emisi Turun 10,5 Persen

Penulis: Wan Rizal  •  Senin, 13 Juli 2026 | 18:23:01 WIB
KAI Divre I Sumatera Utara mencatat konsumsi BioSolar B50 mencapai 97.580 liter dalam lima hari pertama implementasi sejak 5 hingga 10 Juli 2026.

MEDAN — KAI Divre I Sumatera Utara mencatat konsumsi BioSolar B50 mencapai 97.580 liter hanya dalam lima hari pertama implementasi, sejak 5 hingga 10 Juli 2026. Angka ini menjadi indikator awal bahwa peralihan dari B40 ke B50 berlangsung cepat dan menyeluruh di seluruh lini operasional.

B50 Langsung Dipakai di Lokomotif hingga Kereta Pembangkit

Anwar menjelaskan bahwa bahan bakar nabati campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar itu diaplikasikan secara penuh. Mulai dari lokomotif, kereta pembangkit, hingga sarana operasional lainnya di wilayah kerja Sumatera Utara.

"Selama masa awal implementasi B50, operasional kereta api di Divre I Sumatera Utara berjalan normal. KAI terus melakukan pemantauan terhadap performa sarana sebagai bagian dari evaluasi," ujar Anwar dalam keterangan resmi di Medan, Senin.

Dampak Langsung: Emisi Lebih Rendah 10,5 Persen

Secara teknis, pemanfaatan B50 terbukti mampu menurunkan tingkat kepekatan asap sisa pembakaran hingga 10,5 persen. Dalam skala makro nasional, optimalisasi konsumsi B50 diproyeksikan mereduksi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 4,8 juta ton lebih banyak dibandingkan penggunaan B40.

Anwar menambahkan, penggunaan BioSolar B50 secara ilmiah memberikan dampak positif signifikan terhadap kualitas udara di Sumatera Utara. Emisi yang dihasilkan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil murni atau varian biodiesel sebelumnya.

Sebelum B50, KAI Sumut Habiskan 3 Juta Liter B40

Sebelum memasuki era B50, KAI Divre I Sumatera Utara tercatat telah menghabiskan Biodiesel B40 sebanyak 3.079.580 liter sepanjang 1 Januari hingga 4 Juli 2026. Angka ini menunjukkan besarnya volume bahan bakar yang dikelola perusahaan dalam menggerakkan seluruh operasionalnya.

Peralihan ke B50 merupakan wujud kepatuhan KAI terhadap Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Regulasi itu diterbitkan pemerintah untuk mempercepat kemandirian energi nasional dan menghentikan impor solar.

Komitmen: Langit Sumut Lebih Bersih Tanpa Ganggu Keselamatan

Anwar menegaskan bahwa KAI akan terus menggandeng para pemangku kepentingan untuk memastikan penggunaan B50 tidak hanya bermanfaat bagi keberlanjutan energi hijau, tetapi juga menjaga keandalan sarana perkeretaapian.

"Dengan penggunaan solar jenis B50 ini, KAI Divre I Sumatera Utara tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi secara aktif berkontribusi mewujudkan langit Sumatera Utara yang lebih bersih. KAI berkomitmen penuh menjaga keandalan sarana agar misi lingkungan ini berjalan selaras dengan aspek keselamatan perjalanan kereta api," pungkasnya.

Reporter: Wan Rizal
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top