TARUTUNG — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memastikan penataan tanggul Aek Sigeaon di pusat kota tidak hanya berfokus pada konstruksi, tetapi juga pada aspek kemanusiaan. Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menekankan agar proses pembongkaran dan penataan dilakukan secara humanis, terutama bagi warga dan pedagang yang terdampak langsung.
Dalam arahannya di lokasi, Bupati meminta agar relokasi para pedagang dilakukan secara tertib. Ia menginstruksikan jajarannya untuk membangun komunikasi yang baik dengan para pedagang agar proses penataan tidak menemui hambatan di lapangan.
"Proses relokasi harus dilakukan dengan pendekatan yang baik. Jangan sampai ada warga yang dirugikan. Komunikasi adalah kunci agar semua berjalan lancar," tegas Bupati di hadapan Kepala Dinas PUTR, Perhubungan, serta Camat Tarutung dan lurah setempat.
Selain relokasi, Bupati Hutabarat secara spesifik menyoroti kondisi gorong-gorong di kawasan tersebut. Ia menginstruksikan penyelamatan bagian gorong-gorong yang dinilai menjadi titik penting dalam sistem drainase Aek Sigeaon. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi banjir di masa mendatang.
Bupati juga meminta percepatan proses penghapusan aset daerah yang berkaitan dengan lahan dan bangunan di lokasi proyek. Menurutnya, pemenuhan administrasi ini harus segera dituntaskan agar tidak menghambat realisasi anggaran Tahun Anggaran 2026.
Peninjauan yang dilakukan pada Senin (13/7/2026) itu dihadiri oleh Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Perhubungan, perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), perwakilan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Camat Tarutung, serta lurah setempat. Mereka diminta untuk segera menindaklanjuti seluruh tahapan penanganan.
Bupati menegaskan bahwa percepatan ini penting agar pembangunan tanggul dapat segera terealisasi. "Seluruh tahapan harus segera ditindaklanjuti. Kita ingin anggaran tahun ini berjalan sesuai rencana dan pembangunan tanggul bisa segera diwujudkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat," pungkasnya.