BINJAI — Tim yang dipimpin Indra Syahfery turun langsung meninjau dua SPBU di Kecamatan Binjai Utara, yakni SPBU 14.207.169 di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, dan SPBU 14.207.1127 di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Makmur. Sidang ini melibatkan Kepala Bagian Perekonomian Andi Affandi, Kepala UPTD Metrologi Bob Dimas, serta Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Luber Simamora.
Di SPBU 14.207.169, perwakilan pengelola, Salman, menjelaskan bahwa pihaknya tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM. "Keterlambatan pasokan terjadi karena keterbatasan armada distribusi. Namun, kami tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM bagi konsumen," ujar Salman kepada tim sidak.
Sementara itu, Supervisor SPBU 14.207.1127, B. Matondang, menyebutkan bahwa penyaluran BBM jenis solar di Kota Binjai masih mengikuti sistem distribusi harian sesuai kuota yang ditetapkan. Ia menegaskan stok untuk kebutuhan masyarakat masih mencukupi. "Saat ini stok BBM di Kota Binjai masih mencukupi. Kami terus melakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," katanya.
Hasil sidak menyimpulkan bahwa tidak terjadi kelangkaan BBM secara struktural. Antrean yang sempat mengular lebih disebabkan oleh jeda pengiriman dari pemasok, bukan karena berkurangnya pasokan atau adanya kebijakan pembatasan penjualan di tingkat SPBU.
Pihak pengelola kedua SPBU berkomitmen meningkatkan koordinasi dengan distributor dan melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi. Langkah ini diambil agar penyaluran BBM ke masyarakat dapat berlangsung lebih tepat waktu dan lancar ke depannya.
Pemko Binjai melalui Asisten Perekonomian memastikan akan terus memantau situasi di lapangan. Masyarakat diimbau tidak perlu melakukan pembelian berlebihan karena pasokan dipastikan aman dan tidak ada kebijakan pembatasan dari pemerintah daerah.