IHSG Tembus 6.037, Analis Proyeksi Target 6.083-6.254 pada Sesi Selasa

Penulis: Said Fauzi  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 08:25:01 WIB
IHSG ditutup menguat 113,48 poin ke level 6.037 pada perdagangan Senin.

SUMATERA UTARA — Penguatan IHSG sebesar 113,48 poin pada Senin kemarin terjadi di tengah volume pembelian yang meningkat. Data RTI Infokom mencatat total transaksi mencapai Rp12,15 triliun dengan 26,32 miliar saham berpindah tangan. Sebanyak 377 saham ditutup hijau, sementara 250 saham melemah dan 167 saham stagnan.

Sektor energi menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan 2,5 persen. Secara keseluruhan, sembilan dari sebelas sektor indeks menguat. Dua sektor yang justru terkoreksi adalah kesehatan yang turun 0,4 persen.

Pola Triangle dan Target Teknikal Terbaru

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG saat ini sedang berada di fase wave (c) dari wave [iv] dalam pola triangle. Pola ini, menurut dia, membuka peluang indeks untuk menguji level 6.083 sampai 6.254.

"Kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] pada pola triangle, sehingga IHSG berpeluang menguat menguji 6.083-6.254," ujar Herditya dalam riset hariannya, Selasa (14/7).

Support dan Resistance Hari Ini

Herditya memproyeksikan rentang pergerakan IHSG pada sesi hari ini berada di level support 5.839 dan 5.607. Sementara itu, resistance terdekat berada di 6.286 dan selanjutnya di 6.599.

Ia juga merekomendasikan sejumlah saham yang patut dicermati, yakni ADMR, ANTM, ASII, dan BRMS. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal jangka pendek.

Katalis di Balik Aksi Borong Saham

Kenaikan IHSG pada perdagangan kemarin tidak lepas dari aksi beli di sektor energi dan komoditas. Sentimen global turut mendukung, terutama ekspektasi pemulihan ekonomi yang mendorong harga komoditas mentah.

Investor asing tercatat melakukan transaksi signifikan, meski data net buy atau sell asing belum dirilis secara spesifik untuk sesi kemarin. Namun, lonjakan volume transaksi harian menjadi sinyal bahwa partisipasi pasar sedang tinggi.

Investasi mengandung risiko. Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top