IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.039,52, Sentimen Positif dari S&P Global Ratings dan Tekanan Global dari Trump

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 18:23:01 WIB
IHSG ditutup menguat tipis 0,03 persen ke level 6.039,52 pada perdagangan Selasa.

JAKARTA — IHSG ditutup menguat 1,68 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.039,52 pada perdagangan Selasa. Penguatan ini terjadi di tengah kombinasi sentimen positif dari dalam negeri dan kekhawatiran geopolitik global yang meningkat.

Afirmasi Peringkat Utang Indonesia Jadi Katalis Utama

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut penguatan IHSG ditopang oleh konfirmasi S&P Global Ratings yang mengafirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil.

“Rating outlook stabil itu menunjukkan bagaimana terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta.

Menurut Nico, outlook stabil dari S&P mencerminkan ekspektasi bahwa pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan defisit fiskal di bawah 3 persen. Ia menilai hal ini menjadi sinyal positif bahwa perekonomian nasional memiliki daya tahan kuat di tengah ketidakpastian global.

Sektor Energi Pimpin Penguatan, Keuangan Tertekan

Dari sisi sektoral, sepuluh sektor berhasil menguat. Sektor energi menjadi pemimpin dengan kenaikan 1,66 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 1,22 persen, dan sektor barang konsumen non primer yang menguat 1,20 persen. Satu-satunya sektor yang melemah adalah keuangan, yang turun paling dalam sebesar 1,21 persen.

Saham-saham dengan penguatan harga terbesar antara lain AGAR, PRDL, SKBM, VERN, dan ENRG. Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah JELI, KONI, KIOS, HBAT, dan COCO.

Tekanan Global dari Ancaman Blokade Selat Hormuz

Dari mancanegara, bursa kawasan Asia dan global tertekan setelah Presiden AS Donald Trump berjanji memberlakukan kembali blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz. Trump juga mengumumkan pungutan 20 persen pada kargo yang melintasi selat tersebut, yang mendorong kenaikan harga minyak dan menekan sentimen risiko global.

Meski demikian, indeks saham regional Asia justru kompak menguat. Indeks Nikkei naik 0,75 persen ke 67.750,00, Shanghai menguat 1,36 persen ke 3.967,13, Hang Seng naik 0,52 persen ke 24.340,73, dan Strait Times menguat 0,43 persen ke 5.493,67.

Volume Transaksi Tembus Rp16,53 Triliun

Sepanjang perdagangan, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.710.000 kali dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 28,05 miliar lembar saham senilai Rp16,53 triliun. Sebanyak 439 saham ditutup naik, 217 saham turun, dan 309 saham stagnan.

IHSG dibuka melemah, namun bergerak ke teritori positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks masih betah di zona hijau hingga bel akhir perdagangan.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top