MEDAN — Pekan ini menjadi ujian baru bagi petani sawit di Sumatera Utara. Harga TBS dari 15 kabupaten penghasil komoditas utama itu turun ke posisi Rp 3.200 per kilogram, merosot dari pekan sebelumnya yang berada di Rp 3.365 per kilogram. Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi harga yang belum menunjukkan tanda-tanda stabil.
Dari data yang dirilis Apkasindo Sumut, Serdang Bedagai menjadi satu-satunya daerah yang bertengger di harga Rp 3.200 per kilogram. Di sisi lain, Pakpak Bharat menempati posisi paling bawah dengan harga Rp 2.820 per kilogram. Kisaran harga rata-rata pekan ini berada di Rp 2.820 hingga Rp 3.200 per kilogram, turun tipis dari pekan lalu yang mencapai Rp 3.365 per kilogram.
"Secara keseluruhan harga pekan ini cukup berfluktuasi. Karena ada juga beberapa daerah penghasil yang naik. Meski hanya berkisar Rp 100/kg," ujar Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, Rabu (15/7/2026). Ia menambahkan, mayoritas daerah masih bergulat di bawah Rp 3.000 per kilogram. Namun, dua pekan terakhir harga sudah mulai membaik di atas Rp 2.500 per kilogram, setelah sebelumnya sempat anjlok.
Gus Dalhari mengakui harga TBS di Sumut belum bisa kembali ke atas Rp 3.000 per kilogram secara merata. Beberapa daerah masih berkutat di bawah level tersebut. Meski ada kenaikan di beberapa titik, selisihnya hanya Rp 100 per kilogram. Kondisi ini menjadi catatan bagi pemangku kepentingan untuk mencari solusi jangka panjang bagi petani sawit di Sumatera Utara.