MEDAN — Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Muryanto Amin menegaskan bahwa akuntabilitas menjadi kunci utama dalam setiap pelaksanaan program di lingkungan kampus. Hal ini disampaikannya saat melantik sejumlah ketua dan sekretaris program studi di Medan, Rabu.
"Catat apa yang dilakukan dan lakukan apa yang dicatat. Dengan begitu seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi dasar untuk melakukan evaluasi maupun peningkatan kualitas secara berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Prof Muryanto, ketua dan sekretaris program studi merupakan garda terdepan dalam memastikan mutu pendidikan berjalan berkelanjutan. Ia menilai lulusan terbaik lahir dari program studi yang dikelola dengan baik.
"Keberhasilan sebuah program studi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga kemampuan para pimpinan akademik dalam menjalankan fungsi manajerial, membangun kolaborasi, serta menciptakan budaya akademik yang adaptif terhadap perubahan," katanya.
Rektor juga menyoroti cepatnya perubahan di dunia pendidikan tinggi, terutama dengan berkembangnya kecerdasan buatan (AI). Ia mendorong agar kurikulum diperbarui secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan dan dunia kerja.
"Perubahan terjadi begitu cepat. Apa yang pernah kita alami saat menjadi mahasiswa tentu berbeda dengan kondisi yang dihadapi mahasiswa saat ini. Karena itu kurikulum harus terus diperbarui," tegasnya.
Selain pembaruan kurikulum, Prof Muryanto menekankan pentingnya membangun kultur akademik yang lebih kuat melalui kolaborasi antar-dosen dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini, menurutnya, akan memperkuat kualitas program studi secara keseluruhan.
Rektor juga meminta setiap program studi menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa. "Lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi," pungkasnya.