Kompetisi Kopi Sumatera Buka Rangkaian KKSU 2026 di Medan, BI Targetkan Ekspor UMKM Naik Kelas

Penulis: Zulfahmi Rasyid  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:23:29 WIB
Enam kategori dipertandingkan dalam Kompetisi Kopi Sumatera yang menjadi pembuka Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 di Delipark Mall Medan.

MEDAN — Enam kategori dipertandingkan dalam Kompetisi Kopi Sumatera yang menjadi pembuka Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026. Mulai dari Cup Tasters, Manual Brew, Barista, Latte Art, Coffee Blend, hingga Roasting, semua dirancang untuk mendongkrak standar industri kopi lokal.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Didit Widiana, mengatakan kompetisi ini bukan sekadar adu skill. “Kami ingin Kopi Sumatera tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan UMKM dan seluruh pelaku industri kopi,” ujarnya saat soft opening di Delipark Mall Medan.

Mengapa Kopi Jadi Pembuka KKSU 2026?

Pilihan kopi sebagai sektor pembuka bukan tanpa alasan. Menurut Didit, kopi telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Sumatera sekaligus komoditas ekspor unggulan yang dikenal di pasar dunia. Potensi ini dinilai masih bisa digali lebih dalam, terutama dari sisi pengolahan pascapanen, teknik roasting, hingga penguatan merek.

“Pengembangan tidak hanya difokuskan pada budidaya, tetapi juga mencakup penanganan pascapanen, proses roasting, penyajian, hingga penguatan branding dan pemasaran,” jelasnya.

Lima Misi Utama untuk UMKM

KKSU 2026 mengusung tema “Dari Lokal ke Global, Naik Kelas Tembus Batas”. Bank Indonesia menuangkan komitmennya melalui lima misi utama: memperkuat daya saing UMKM, membangun kolaborasi multipihak, memperluas akses pasar dan pembiayaan, mendorong digitalisasi, serta mengangkat identitas kearifan lokal Sumatera Utara.

Selama 12 hari penyelenggaraan, berbagai kegiatan pendukung turut digelar. Mulai dari forum diskusi, seminar, workshop, pameran produk UMKM, business matching, hingga edukasi dan literasi bagi pelaku usaha kreatif.

Kolaborasi Lintas Daerah dan Negara

Didit optimistis kehadiran peserta dari berbagai provinsi di Sumatera, bahkan dari mancanegara, tidak hanya melahirkan juara kompetisi. Lebih dari itu, ajang ini diharapkan membuka peluang kerja sama bisnis, pertukaran pengetahuan, dan perluasan jaringan perdagangan.

Menurutnya, pengembangan industri kopi tidak bisa dilakukan sendiri. “Dibutuhkan sinergi antara komunitas kopi, pelaku usaha, pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan agar kopi Sumatera mampu memperluas pasar,” kata Didit.

Bank Indonesia berharap permintaan terhadap Kopi Sumatera terus meningkat. Dengan begitu, nilai tambah yang diraup UMKM semakin besar, sekaligus memperkuat posisi Sumatera sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di dunia.

Reporter: Zulfahmi Rasyid
Sumber: tobasatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top