GUNUNG SITOLI — Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menargetkan pembangunan gedung baru SMK Negeri 1 Gido rampung pada November 2026. Sekolah menengah kejuruan itu tengah direlokasi ke lokasi yang lebih aman di Desa Somi, setelah kondisi bangunan lama dinilai tidak layak dan kerap terendam banjir.
Kondisi SMKN 1 Gido di lokasi lama disebut mirip dengan kisah dalam film Laskar Pelangi. Semangat belajar siswa yang tinggi berbanding terbalik dengan fasilitas sekolah yang sangat terbatas. Bangunan sekolah di lokasi lama sebagian besar terbuat dari papan dan berada di kawasan lahan pertanian basah yang dekat dengan laut.
Saat hujan deras atau banjir melanda, seluruh kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan. Fasilitas laboratorium perikanan milik sekolah pun sering rusak dan bahkan hanyut terbawa arus banjir.
Dalam kunjungannya, Bobby menegaskan agar pembangunan dilakukan dengan hati-hati dan sesuai spesifikasi. Ia mengingatkan bahwa lahan bekas pertanian memiliki kondisi tanah yang menantang untuk konstruksi bangunan.
"Harapannya dibangun dengan baik dan hati-hati. Jangan ada yang mengurangi spesifikasi pekerjaan. Karena area ini merupakan bekas lahan pertanian, kondisi tanahnya cukup menantang untuk pembangunan," tegas Bobby saat memonitor pembangunan SMKN 1 Gido.
Bobby menyatakan komitmennya untuk membangun sekolah tersebut secara menyeluruh di lokasi baru. Ia berharap SMK Negeri 1 Gido nantinya bisa menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Nias dan mampu menampung siswa dengan fasilitas yang jauh lebih baik.
Relokasi ini menjadi prioritas karena kondisi geografis lokasi lama yang tidak memungkinkan untuk dilakukan renovasi. Dengan gedung baru, proses belajar mengajar diharapkan tidak lagi terhambat oleh cuaca ekstrem dan banjir yang selama ini menjadi momok bagi siswa dan guru.