MEDAN — Kepala KUA Medan Kota Khairul Azmi Harahap langsung memimpin proses kalibrasi mandiri di halaman Masjid Silaturrahim, Jl. Pelajar. Ia didampingi jajaran Penyuluh Agama Islam, termasuk Imam Pratomo, Muhammad Arsyad, Abdul Majid, Muhammad Nizamuddin, dan Hasanuddin Parinduri. Kegiatan itu disaksikan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan tokoh masyarakat setempat.
Fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A'zam terjadi ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah. Pada momen itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus di mana pun di permukaan bumi akan mengarah langsung ke pusat kiblat. Tim KUA memanfaatkan celah waktu sempit ini untuk memastikan ketepatan arah mihrab Masjid Silaturrahim secara ilmiah.
"Menghadap kiblat adalah syarat sah salat. Melalui momentum Rashdul Kiblat yang terjadi hari ini, kami mendampingi BKM Masjid Silaturrahim memastikan akurasi arah mihrab secara ilmiah dan syariat, sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya ilmu falak," ujar Khairul Azmi Harahap.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa arah kiblat bangunan Masjid Silaturrahim sudah sangat presisi dengan toleransi yang aman. Setelah dokumentasi pengamatan diunggah ke Portal Indonesia Berkiblat, masjid ini berhak menerima sertifikat resmi kalibrasi arah kiblat dari Kementerian Agama.
Pihak BKM Masjid Silaturrahim menyambut baik langkah responsif KUA Medan Kota. Gerakan Indonesia Berkiblat 2026 sendiri diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI sebagai ikhtiar nasional menyempurnakan kualitas ibadah umat Islam.
Ke depan, KUA Medan Kota berencana memperluas pendampingan kalibrasi ke masjid dan musala lain di wilayahnya. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antara KUA dan masyarakat dalam menghadirkan layanan keagamaan yang akurat dan terukur.