MEDAN — Polda Sumatera Utara mengambil langkah darurat dengan mengerahkan 10 personel bersertifikat untuk mengemudikan mobil tangki BBM. Langkah ini merespons gangguan distribusi yang dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah SPBU di wilayah Medan dan sekitarnya kekurangan pasokan.
Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri menegaskan bahwa sepuluh anggota yang ditugaskan telah memiliki kualifikasi khusus. “Anggota yang kami siapkan sudah memiliki kualifikasi dan pernah mengikuti pelatihan. Jadi bukan karena bisa mengemudikan truk kemudian langsung ditugaskan,” ujarnya di Medan, Kamis (16/7/2026).
Kemampuan mereka bukan tanpa dasar. Pelatihan serupa telah digelar sejak penanganan gangguan distribusi BBM akibat bencana alam di Sibolga, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan pada 2025. “Pengalaman tersebut membuat personel siap diterjunkan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan untuk membantu kelancaran distribusi energi,” kata Dwi.
Hasil rapat koordinasi antara Polda Sumut, Pertamina, dan pemerintah daerah menyimpulkan bahwa penyebab utama gangguan adalah berkurangnya jumlah awak mobil tangki. Kondisi ini menyebabkan keterlambatan pengiriman BBM ke SPBU, yang berujung pada antrean panjang dan kelangkaan di beberapa titik.
Dwi menekankan bahwa langkah pengiriman personel ini bersifat sementara. Namun, ia menilai gangguan distribusi tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Polda Sumut berkomitmen memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat normalisasi distribusi. “Kami akan terus mendukung setiap langkah percepatan distribusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ucap Kombes Dwi.
Langkah ini menjadi contoh bagaimana aparat kepolisian turun tangan langsung mengatasi persoalan logistik energi yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Dengan tambahan 10 sopir tangki dari kepolisian, diharapkan pasokan BBM di Sumatera Utara segera pulih.