MEDAN — Kahiyang Ayu mempromosikan langsung kekayaan budaya Sumatera Utara melalui wastra khas daerah hingga destinasi unggulan seperti Danau Toba dan Kepulauan Nias. Dalam pertemuan dengan Konjen Jepang Furugori Toru, ia juga menyoroti produk UMKM lokal sebagai pintu masuk kolaborasi ekonomi yang lebih luas.
"Melalui wastra dan produk UMKM Sumatera Utara, kami ingin menunjukkan kekayaan budaya Sumut sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas," ujar Kahiyang dalam pernyataan yang diterima di Medan.
Kahiyang menceritakan pengalaman Dekranas saat berpartisipasi pada World Expo 2025 di Osaka, Jepang. Ajang internasional itu disebutnya menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kriya dan produk unggulan Indonesia langsung ke masyarakat Jepang.
Partisipasi tersebut dinilai mampu mempererat hubungan kedua negara, khususnya di sektor budaya dan ekonomi kreatif. Kahiyang optimistis jejaring yang terbangun di Osaka bisa ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret di tingkat daerah.
Furugori Toru mengaku terkesan dengan keberagaman budaya dan keindahan alam Sumatera Utara selama masa tugasnya di Indonesia. Ia menilai karakter multietnis yang harmonis menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah ini.
"Saya sangat bangga dapat bertugas di Sumatera Utara karena daerah ini begitu beragam multietnis, harmonis, dan memikat. Keindahan alam serta keramahan masyarakatnya meninggalkan kesan mendalam bagi saya," kata Furugori.
Pada akhir pertemuan, Konjen Jepang mengundang Kahiyang Ayu beserta jajaran Dekranasda Sumut untuk kembali berkunjung ke Jepang. Furugori menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama di bidang budaya, pariwisata, dan pengembangan UMKM.
Undangan ini membuka peluang bagi pelaku UMKM Sumut untuk menjajaki pasar ekspor dan kemitraan dengan mitra usaha Jepang. Pemerintah Provinsi Sumut pun diharapkan bisa memanfaatkan momentum ini untuk mendorong produk lokal menembus pasar internasional.