SUMATERA UTARA — Layanan Cuaca Nasional New York memperingatkan bahwa asap tebal masih menyelimuti sebagian besar wilayah selatan pada Jumat (17/7/2026), dengan intensitas yang diperkirakan kembali mengental pada malam hari hingga Sabtu pagi. Kondisi ini terjadi tepat saat dunia sepak bola bersiap menyaksikan partai final yang dijadwalkan kick-off Minggu (19/7) dini hari WIB.
Kantor Manajemen Darurat New York mengumumkan pada Jumat bahwa kualitas udara berada pada kategori "tidak sehat bagi semua orang." Sehari sebelumnya, Kamis (16/7), situasi bahkan lebih parah dengan status "sangat tidak sehat." Warga setempat terlihat kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengingatkan pada fenomena serupa yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Melansir ESPN, persiapan final Piala Dunia 2026 kabarnya tak terganggu oleh cuaca buruk ini. Sumber anonim menyebut laga Spanyol vs Argentina tetap bisa digelar di MetLife Stadium, New Jersey, sesuai jadwal. Namun, kekhawatiran muncul mengingat sepanjang turnamen, beberapa pertandingan sebelumnya terpaksa ditunda hingga berjam-jam demi menunggu kondisi udara membaik dan layak untuk pertandingan.
Dalam unggahan di media sosialnya, Layanan Cuaca Nasional New York memberikan sedikit optimisme. "Asap masih menyelimuti hari ini, terutama di wilayah selatan, tetapi intensitasnya diperkirakan lebih rendah daripada kemarin di wilayah kami. Asap mungkin akan kembali mengental pada malam hari hingga Sabtu pagi," tulisnya. Artinya, jeda waktu antara puncak polusi Sabtu pagi dan kick-off final Minggu dini hari memberi ruang bagi kondisi udara untuk membaik secara signifikan.
Meski persiapan teknis pertandingan disebut aman, pihak penyelenggara diperkirakan akan terus memantau data kualitas udara secara real-time. Keputusan final mengenai kelayakan stadion akan bergantung pada pembacaan indeks kualitas udara (AQI) beberapa jam sebelum laga dimulai, demi menjamin kesehatan pemain, ofisial, dan puluhan ribu suporter yang akan hadir.