MEDAN — Kabar baik bagi pencinta alat musik Tanah Air. Gitar Sipoholon, produk khas Kabupaten Tapanuli Utara yang sempat meredup, kini kembali bersaing di pasar nasional. Instrumen buatan tangan ini dipamerkan di Paviliun Pemkab Tapanuli Utara pada ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang digelar di Medan.
Raiza Purba (24), penjaga paviliun yang juga warga Tarutung, mengonfirmasi bahwa gitar tersebut sudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. "Produk gitar Sipoholon ini, sudah dipasarkan secara nasional," ujarnya di arena PRSU, Jumat (17/7/2026).
Gitar Sipoholon bukan sekadar barang nostalgia. Menurut Raiza, kualitas dan mutu produk ini tidak kalah dengan gitar buatan daerah lain, bahkan produk luar negeri. "Kalau produk gitar Sipoholon ini tidak kalah kualitas dan mutu dari produk daerah lain. Bahkan produk luar negeri," tegas Raiza yang merupakan petugas dari Dinas Koperasi dan UMKM Pemkab Taput.
Setiap unit gitar dikerjakan secara handmade oleh Petrus Hutagalung, pengrajin asal Sipoholon. Dalam sepekan, Petrus mampu menyelesaikan dua unit gitar. Desainnya dinilai cukup menarik dan sudah banyak diminati para pemain musik, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Untuk harga, gitar Sipoholon dibanderol mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per unit, tergantung model dan spesifikasi. Raiza menambahkan bahwa saat ini sudah tersedia pula varian gitar listrik buatan Petrus.
Gitar Sipoholon merupakan salah satu produk industri kreatif yang sempat berjaya pada era 1980-an. Kecamatan Sipoholon sendiri terletak di jalur sebelum Kota Tarutung, ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara. Kehadiran kembali produk ini di pameran PRSU menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah tersebut.
Produk yang dipamerkan di Paviliun Pemkab Taput tersebut juga telah dilekati merek khusus sebagai tanda keaslian buatan Petrus Hutagalung.