SUMATERA UTARA — Pernyataan itu disampaikan Budi kepada Kompas.com, Sabtu (18/7/2026), sehari setelah Prabowo mengumumkan rencana peluncuran motor listrik nasional saat acara Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
"Kita kan hanya asosiasi. Kalau diminta bantu, siap dan dukung sepenuhnya," ujar Budi.
Budi mengaku masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari pemerintah. Ia bahkan belum bisa memastikan apakah kendaraan yang dimaksud presiden beroda dua atau empat.
"Saya malah belum dengar, motor atau mobil nasional ya? Takutnya Pak Presiden baru bicara di situ saja," ucap Budi.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa industri motor listrik dalam negeri sebenarnya sudah memiliki fondasi yang matang. Beberapa merek lokal sudah memproduksi dan memasarkan produknya ke masyarakat.
Budi menyebutkan sejumlah merek yang selama ini menjadi pemain di industri kendaraan listrik roda dua Tanah Air. Menurutnya, ekosistem sudah terbentuk tinggal dikembangkan lebih lanjut.
"Motor apa ya? Gesits kan sudah cuma kurang kencang kemajuannya. United, Polytron, Alva bagus," kata Budi.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa jika pemerintah serius merealisasikan program motor listrik nasional, industri dalam negeri tidak perlu memulai dari nol. Infrastruktur produksi dan jaringan pemasaran sudah tersedia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan optimismenya saat menghadiri panen raya. Ia berjanji akan meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat.
"Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional," kata Prabowo.
Presiden juga berharap para petani di Indonesia kelak bisa memiliki motor listrik sebagai sarana mobilitas sehari-hari. "Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik. Siapa tahu ada yang pakai mobil semuanya," ucapnya.
Prabowo menambahkan, Indonesia akan memiliki kendaraan buatan anak bangsa, baik motor maupun mobil. "Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia. Kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia," ujar dia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai bentuk kerja sama antara pemerintah dan Aismoli. Asosiasi masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak istana.