NIAS SELATAN — Bobby Nasution yang tengah berkantor di Pulau Nias menyempatkan diri melayat ke kediaman keluarga almarhum Saharuddin Lase di pesisir Lagundri. Kedatangannya bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga membawa tawaran konkret bagi Raisal Dolase, putra sulung yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Raisal telah lulus SMA dan selama ini membantu ayahnya melaut serta bekerja serabutan untuk menopang ekonomi keluarga yang masih memiliki empat adik. Melihat kondisi itu, Bobby menawarkan agar Raisal pindah ke Medan.
"Izin ya bu, anak ibu kami bawa ke Medan. Kami akan kuliahkan sambil bekerja, jadi dia masih bisa membantu keuangan keluarga," kata Bobby kepada istri almarhum, Asmida Gea, di lokasi.
Raisal mengaku bersyukur atas perhatian dan kesempatan yang diberikan gubernur. Namun, ia tidak serta-merta menerima tawaran tersebut.
"Tentu senang, bisa kuliah dan bekerja, tetapi kami musyawarah dahulu karena saya punya 4 adik," ujar Raisal.
Keputusan akhir akan diambil setelah Raisal berdiskusi dengan ibunya dan anggota keluarga lainnya. Ia sadar, meninggalkan Nias berarti harus memastikan adik-adiknya tetap terurus.
Di tengah duka, Bobby juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk turut memberikan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap anak-anak yatim di sekitar.
"Sebagai orang yang beriman tentu kita harus ikhlas walau ini berat, saya harap pemda dan masyarakat ikut memperhatikan keluarga almarhum, begitu juga anak-anak yatim lainnya," ujar Bobby.
Gubernur juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan atas kepergian Saharuddin Lase. Langkah ini menjadi perhatian tersendiri di tengah aktivitasnya yang tengah berkantor di Nias, menunjukkan kedekatan pemimpin dengan warga di pelosok daerah.