SUMATERA UTARA — Final Piala Dunia 2026 menyajikan duel taktis antara dua raksasa sepak bola. Spanyol dan Argentina harus bermain hingga 120 menit sebelum akhirnya Ferran Torres memecah kebuntuan. Gol tersebut menjadi pembeda di laga yang berlangsung ketat dan minim peluang bersih.
Sepanjang waktu normal, kedua tim bermain hati-hati. Argentina mengandalkan transisi cepat lewat Lionel Messi, sementara Spanyol mendominasi penguasaan bola seperti biasa. Namun, penyelesaian akhir dari kedua kubu masih tumpul hingga peluit panjang babak kedua berbunyi.
Memasuki perpanjangan waktu, intensitas pertandingan justru meningkat. Spanyol mulai berani mengambil risiko. Hasilnya, Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang Argentina pada menit ke-108. Sebuah sepakan kaki kiri yang tak mampu dihalau kiper Emiliano Martinez.
Pelatih Luis de la Fuente membaca pertandingan dengan sempurna. Keputusannya memainkan Torres di babak tambahan waktu terbukti jitu. Pergerakan tanpa bola penyerang Barcelona itu membuat lini belakang Argentina kewalahan.
Statistik mencatat Spanyol unggul tipis dalam penguasaan bola (54 persen) dan jumlah tembakan tepat sasaran (5 banding 3). Namun, satu gol Torres sudah cukup membawa pulang trofi. Argentina yang tampil tanpa bek tengah andalan mereka, Cristian Romero, sejak awal babak kedua, kesulitan mengembangkan permainan.
Gelar ini menjadi gelar Piala Dunia keempat bagi Spanyol setelah edisi 2010 di Afrika Selatan. Sementara bagi Argentina, kekalahan ini mengakhiri misi mereka mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada 2022 di Qatar.
Final 2026 juga menjadi panggung perpisahan bagi beberapa legenda. Lionel Messi dipastikan tak akan kembali memperkuat Argentina di Piala Dunia mendatang. Di sisi lain, Spanyol justru menunjukkan regenerasi yang sukses dengan pemain muda seperti Pedri dan Gavi yang menjadi motor permainan.