Ilmuwan Jepang Temukan Batas Viskositas Oli Mesin Tertinggi di Alam Semesta, Angkanya Bikin Melongo

Penulis: Tengku Syafri  •  Senin, 20 Juli 2026 | 12:12:01 WIB
Masaki Yoshida, profesor dari Ritsumeikan University, Jepang, mempublikasikan temuan batas viskositas absolut material sebesar 10³?±² pascal-seconds di jurnal Physics of Fluids.

SUMATERA UTARA — Masaki Yoshida, profesor dari Ritsumeikan University, Jepang, baru saja mempublikasikan penelitiannya di jurnal Physics of Fluids bulan lalu. Ia berhasil menemukan batas viskositas absolut atau “cosmic limit” dari suatu material. Angka yang dihasilkan bukan sembarang angka: 10³?±² pascal-seconds (Pa·s).

Batas Viskositas yang Melampaui Imajinasi Manusia

Untuk memahami seberapa gila angka itu, kita bandingkan dengan benda sehari-hari. Air memiliki viskositas sekitar 10?³ Pa·s, sementara madu hanya sekitar 10¹ Pa·s. Material dengan viskositas 10³? Pa·s bergerak sangat lambat—waktu yang dibutuhkan untuk melihat pergerakannya saja melebihi usia planet Bumi.

Dalam praktiknya, material sekental itu sudah tidak bisa lagi disebut fluida. Ia lebih mirip batuan padat yang membentuk kerak planet. “Penelitian sebelumnya sering menggunakan istilah ‘viskositas tak terbatas’ sebagai placeholder,” jelas Yoshida dalam siaran pers universitasnya.

Dari Data Gempa Bumi Hingga Laboratorium Batuan

Yoshida tidak menemukan angka ini secara kebetulan. Ia menggunakan data geodetik selama puluhan tahun, eksperimen deformasi batuan di laboratorium, serta simulasi proses geologi bawah permukaan Bumi. Material dengan viskositas tertinggi ternyata bukan oli atau pelumas—melainkan batuan pembentuk planet yang mengalir saat lempeng tektonik bergerak.

Penemuan ini punya implikasi langsung bagi studi fluida non-Newtonian, yaitu material yang viskositasnya berubah saat diberi tekanan. Contoh paling dekat adalah saus tomat yang mengental saat botolnya diam tapi jadi encer saat dikocok.

Apa Artinya Buat Oli Motor?

Jangan khawatir, temuan ini tidak akan mengubah pilihan oli di bengkel langganan Anda. Viskositas oli mesin diukur dalam milipascal-seconds (mPa·s), atau seperseribu dari Pa·s. Angka 10³? Pa·s terlalu jauh dari kebutuhan mesin pembakaran internal mana pun. “Saya bakal takut membayangkan mesin yang butuh oli sekental itu,” tulis jurnalis The Drive dalam artikel aslinya.

Untuk oli motor, angka kekentalan yang tertera di botol—misalnya 10W-40—ditentukan dari pengukuran viskositas pada beberapa suhu lalu dibuatkan indeksnya. Batas kosmik ini murni untuk kepentingan riset, bukan untuk bengkel.

Prinsip yang Sama, Skala yang Berbeda

Meski terdengar absurd, temuan ini mengingatkan kita bahwa prinsip viskositas yang menjaga mesin tetap hidup juga bekerja di skala planet. “Material yang sama yang membuat oli melumasi piston juga membuat lempeng Bumi bergerak,” pungkas Yoshida. Bagi para peneliti, batas ini menghilangkan kebutuhan akan placeholder “tak terbatas” dan membuka pintu untuk studi fluida dengan viskositas ultra-tinggi di masa depan.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top