MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai Festival GAMKI Rise Up Vol.2 memiliki dimensi yang lebih dalam dibanding edisi perdananya. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan wadah strategis untuk menemukan talenta lokal yang mampu menyentuh jiwa pendengarnya.
“Kalau kita buat konser, itu acara kita nikmati saja lalu pulang. Tapi Rise Up Volume 2 ini berbeda. Ini adalah wadah mencari talenta dan bibit-bibit baru yang kita miliki di Kota Medan,” kata Rico Waas di hadapan peserta, Minggu malam.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyoroti potensi luar biasa yang dimiliki Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, di bidang olah vokal. Ia menilai karakter suara anak muda di kota ini memiliki keunikan tersendiri yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa ketenangan batin.
“Suara-suara anak Medan ini sangat luar biasa. Suara-suara yang bisa menggetarkan hati manusia, sekaligus memberikan keteduhan. Karena suara ini berhubungan langsung dengan jiwa,” ungkap Rico Waas.
Mengangkat tema “Pulihkan Bangsa Kami”, Rico Waas mengajak generasi muda memaknai kata Rise Up sebagai langkah nyata menuju perbaikan diri. Ia menekankan bahwa masa depan bangsa bergantung pada pemuda yang mau bergerak dan tidak apatis.
“Rise Up berarti menjadi lebih baik. Pemuda tidak boleh lagi apatis, harus berpikir lebih positif, mau membangun bangsanya, membangun kotanya, serta selalu bersahabat dan melindungi satu dengan lainnya,” pesan Rico Waas.
Festival GAMKI Rise Up Vol.2 digelar di Auditorium Universitas HKBP Nomensen dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas dan gereja di Medan. Ajang ini menjadi salah satu upaya organisasi kepemudaan GAMKI untuk mewadahi kreativitas anak muda di bidang seni vokal yang sarat nilai spiritual.