Petani Bunga Karo Desak Regulasi Perlindungan Usaha Lokal, Bupati Janji Bahas Bersama DPRD

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28:01 WIB
Ratusan petani bunga dari Berastagi dan Kabanjahe mengikuti audiensi dengan Bupati Karo di Aula Rakoetta Brahmana, Kabanjahe, Senin (20/7/2026).

KABANJAHE — Ratusan petani bunga dari kawasan Berastagi dan Kabanjahe menyampaikan keluhan langsung ke meja Bupati Karo, Senin (20/7/2026). Dalam audiensi yang berlangsung di Aula Rakoetta Brahmana, mereka mengeluhkan pendapatan yang terus menurun dan jumlah petani aktif yang kian menyusut.

Penyebab utamanya, kata para petani, adalah gempuran produk dari PT. Tamora Stekindo—perusahaan bunga berskala besar yang masuk ke pasar lokal. Mereka menilai persaingan tidak seimbang karena perbedaan efisiensi produksi yang mencolok antara korporasi dan petani tradisional.

Bupati: Izin Perusahaan Sah, Tapi Pengawasan Akan Diperketat

Menanggapi desakan agar operasional PT. Tamora Stekindo dihentikan, Bupati Antonius Ginting bersikap hati-hati. Ia menjelaskan bahwa perusahaan tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan yang sah.

“Pemerintah daerah tidak memiliki dasar hukum untuk menghentikan operasional maupun aktivitas pemasaran perusahaan selama tidak ditemukan adanya pelanggaran,” ujar Bupati dalam pernyataan resmi. Namun, ia menambahkan bahwa jika nanti ditemukan bukti pelanggaran, tindakan tegas akan diambil.

Tiga Tuntutan Petani: Regulasi, Pengawasan, dan Pasar

Forum Petani Bunga tidak hanya meminta perlindungan dari gempuran korporasi. Mereka juga mendorong tiga langkah konkret:

  • Penyusunan regulasi taktis yang mengatur zonasi pasar dan kuota pasokan ke pedagang lokal
  • Pengawasan ketat terhadap praktik usaha perusahaan bunga besar
  • Pelibatan petani dalam penyusunan kebijakan serta bantuan teknologi pertanian modern

Bupati berjanji akan mengkaji usulan tersebut bersama DPRD Kabupaten Karo. Pertimbangannya mencakup kepastian hukum, perlindungan investasi, kesejahteraan petani, dan dampak ekonomi makro.

Solusi Jangka Pendek: Screen House dan Prioritas di Festival Bunga

Sebagai langkah awal, Pemkab Karo berkomitmen memperkuat kapasitas petani lewat pelatihan, transfer teknologi, pendampingan budidaya, dan pembangunan screen house. Pemerintah juga memastikan produk bunga lokal akan diprioritaskan pada penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo mendatang.

Petani didorong membentuk korporasi atau kelembagaan agar lebih mudah mengakses pembiayaan dan memperluas jaringan pasar. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka pendek yang solutif di tengah ketimpangan struktur usaha.

Hadir dalam Audiensi: Kapolres hingga Ketua DPRD

Pertemuan itu dihadiri Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Br Tarigan, Sekretaris Daerah Gelora Kurnia Putra Ginting, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan diinstruksikan untuk memverifikasi data produksi dan distribusi florikultura di lapangan.

Kabupaten Karo, khususnya Berastagi dan Kabanjahe, merupakan sentra tanaman hias terbesar di Sumatera Utara. Ribuan kepala keluarga menggantungkan hidup dari sektor ini. Namun, sebagian besar petani masih mengandalkan pola pemasaran konvensional yang rentan terhadap fluktuasi harga dan penetrasi industri bermodal besar.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: wartaindonesia.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top