SUMATERA UTARA — Vivo resmi mengumumkan vivo X300e di China pada pekan ini. Perangkat ini melengkapi jajaran X300 yang sebelumnya sudah dirilis, yakni X300, X300 Pro, dan X300 Ultra pada Oktober 2025. Ketiga model terdahulu sudah dipasarkan di Indonesia, namun belum ada kepastian apakah X300e akan menyusul masuk ke Tanah Air.
Vivo belum merilis spesifikasi lengkap secara resmi, tetapi berbagai detail teknis sudah beredar. Vivo X300e disebut akan menggunakan layar OLED 6,49 inci beresolusi 1.5K. Dapur pacunya mengandalkan chipset Snapdragon 8 Gen 5 — lompatan generasi yang signifikan untuk kelas ini.
Di sektor fotografi, X300e membawa kamera depan 50 MP. Sementara di bagian belakang, tersedia tiga kamera:
Seperti anggota keluarga X300 lainnya, perangkat ini tetap mengandalkan teknologi pengolahan gambar Zeiss yang diklaim meningkatkan akurasi warna dan kualitas foto secara keseluruhan.
Salah satu kejutan dari vivo X300e adalah baterainya yang berkapasitas 7.200 mAh. Angka ini tergolong besar untuk smartphone flagship, apalagi perangkat ini tetap mempertahankan bodi tipis 7,99 mm dan bobot sekitar 203 gram. Dukungan pengisian cepat 90W juga disertakan, sehingga waktu charging tidak akan menjadi masalah.
Saat ini vivo sudah membuka masa pre-order X300e di China. Harga resmi dan spesifikasi lengkap baru akan diumumkan saat penjualan perdana yang dijadwalkan pada 27 Juli 2026. Belum ada informasi apakah perangkat ini akan masuk ke pasar Indonesia, mengingat tiga model X300 sebelumnya sudah dipasarkan di sini.
Meski spesifikasinya terdengar menggiurkan, ada beberapa catatan penting. Kamera ultra-wide 8 MP tergolong rendah untuk standar flagship 2026 — kompetitor biasanya sudah membekali sensor 12 MP hingga 50 MP. Selain itu, belum ada konfirmasi apakah versi global akan mendapatkan spesifikasi yang sama persis dengan versi China. Harga juga menjadi faktor krusial: jika terlalu dekat dengan X300 reguler, posisinya sebagai varian "lebih terjangkau" bisa kehilangan arti.