SUMATERA UTARA — Samsung resmi memperkenalkan Galaxy Z Flip 8 bersamaan dengan seri Fold 8. Ponsel lipat model clamshell ini membawa sejumlah pembaruan perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk layar luar yang lebih besar serta integrasi fitur AI yang lebih dalam. Namun, peningkatan tersebut dibarengi dengan kenaikan harga yang cukup signifikan dibanding pendahulunya.
Samsung menambahkan antarmuka Camcorder Grip yang memanfaatkan engsel lipat untuk perekaman video dengan posisi perangkat digenggam. Ada juga fitur Horizontal Lock yang dirancang menstabilkan rekaman saat bergerak.
Dari sisi perangkat lunak, Galaxy Z Flip 8 menghadirkan integrasi Gemini Intelligence yang lebih mendalam. Layar penutup kini mendukung Now Brief untuk notifikasi dan pengingat, serta perintah suara untuk menjalankan tindakan di lebih dari 40 aplikasi.
Untuk mengatasi kekhawatiran privasi terkait AI yang berjalan terus-menerus, Samsung menyematkan Dasbor Aktivitas Asisten AI. Pusat kendali ini memungkinkan pengguna memantau proses AI di latar belakang, meninjau tindakan otomatis, dan mengelola izin aplikasi secara individual.
Perangkat ini juga menyertakan uji coba enam bulan layanan Google AI Pro dengan penyimpanan cloud 5TB.
Galaxy Z Flip 8 sudah bisa dipesan melalui sistem pre-order. Pengiriman akan dimulai pada 8 Agustus 2026. Harga varian 256GB dibanderol 1.199 dolar AS (sekitar Rp 21,4 juta), sedangkan varian 512GB seharga 1.399 dolar AS (sekitar Rp 25 juta).
Di Eropa, masing-masing model dijual dengan harga 1.299 euro (sekitar Rp 26,5 juta) dan 1.499 euro (sekitar Rp 30,6 juta). Belum ada informasi resmi soal harga dan ketersediaan di Indonesia.
Dengan spesifikasi yang tergolong konservatif di sektor baterai dan pengisian daya, Galaxy Z Flip 8 lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan desain lipat kompak dan fitur AI dibanding performa mentah atau daya tahan baterai ekstra.